Kompas.com - 27/01/2022, 18:33 WIB
ilustrasi susu oat, susu nabati ramah lingkungan. Freepik/KamranAydinovilustrasi susu oat, susu nabati ramah lingkungan.

KOMPAS.com - Tren susu nabati semakin populer di dunia. Salah satu jenis susu non dairy ini adalah susu oat.

Bukan tanpa alasan mengapa jenis susu nabati semakin digandrungi. Susu oat, misalnya. Jenis susu nabati ini memiliki beberapa keunggulan.

Setidaknya, ada dua keunggulan besar susu oat dibandingkan dengan susu sapi, seperti berikut ini.

Baca juga:

1. Ramah lingkungan (sustainable)

Jika dibandingkan dengan susu sapi, susu oat jauh lebih ramah lingkungan. Hal ini disampaikan langsung oleh Benedict Lim, founder sekaligus CEO Oatside.

"Dibandingkan dengan susu sapi, oat milk ini 90 persen menggunakan lebih sedikit tanah, 90 persen menggunakan lebih sedikit air, dan 70 persen lebih sedikit emisi karbon," ujar Benedict dalam acara milk tasting Oatside di Common Grounds Menteng, Rabu (26/1/2022).

"Lebih ramah lingkungan karena tidak ada sapi yang harus makan produk (oat) sebelum jadi susu, dipotong prosesnya. Oat langsung 'diperah'," jelasnya.

Hal ini diperkuat dengan penggunaan tanah untuk lahan oat. Melansir Healthline, oat atau gandum termasuk jenis tanaman monokultur skala besar.

Monokultur adalah jenis tanaman yang diproduksi berulang kali di lahan yang sama. Ini berarti, tanah yang lebih sedikit dibandingkan dengan produksi susu sapi.

Susu oat juga menggunakan jumlah air jauh lebih sedikit dibandingkan dengan susu nabati lainnya, seperti susu almond dan susu beras.

Baca juga:

2. Cocok untuk lakstosa intoleran

Selain kabar baik bagi pencinta lingkungan, susu oat juga mampu menjadi jawaban bagi para laktosa intoleran atau orang yang tidak bisa mengonsumsi gula susu.

Susu oat tidak menggunakan laktosa sama sekali. Bahkan, Benedict menyampaikan, produk susu gandum plain miliknya, tidak menggunakan tambahan gula.

Namun, orang yang tidak dapat mengonsumsi kacang-kacangan, sebaiknya tetap memerhatikan komposisi susu oat.

Sebab, sebagian susu oat mengandung tambahan kacang, seperti hazelnut, yang bisa memicu gejala akibat intoleransi.

Baca juga:

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Foodplace (@my.foodplace)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Healtline
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.