Khawatir Superioritas Militernya Ditandingi, Israel Bersikeras Menentang AS Jual Senjata ke UEA

Kompas.com - 18/08/2020, 19:52 WIB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Israel dalam memerangi virus corona. Pidato bertempat di Yerusalem, Sabtu (14/3/2020). GALI TIBBON/POOL/EPA-EFEPerdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberikan pidato terkait langkah-langkah yang akan ditempuh Israel dalam memerangi virus corona. Pidato bertempat di Yerusalem, Sabtu (14/3/2020).

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel masih menentang Amerika Serikat (AS) menjual produk senjatanya ke Uni Emirat Arab (UEA), karena khawatir dapat mengurangi superioritas kekuatan militer Israel.

Belum lama ini, Israel dan UEA telah melakukan perjanjian normalisasi ke arah pedamaian, kendati demikian Israel masih tetap bersikeras tidak menginginkan ada penjualan senjata dari AS ke UEA, menurut kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Selasa (18/8/2020).

Baca juga: Selama 7 Malam Berturut-turut Pesawat Israel Serang Gaza

Melansir Al Jazeera pada Selasa (18/8/2020), pernyataan itu menyusul laporan di surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, bahwa pemerintahan Trump merencanakan penjualan "raksasa" jet F-35 canggih ke Uni Emirat Arab, sebagai bagian dari langkah negara Teluk itu menormalkan hubungan dengan Israel, pada pekan lalu.

Sementara, Kedutaan Besar AS di Yerusalem dan perwakilan pemerintah UEA tidak memberikan tanggapan segera mengenai kabar tersebut.

Baca juga: Berdamai dengan Israel, Apa Untungnya buat UEA?

Didasari pengertian sejak beberapa dekade, bahwa Washington telah menahan diri dari tindakan penjualan senjata ke Timur Tengah, yang dapat menumpulkan "keunggulan militer kualitatif" (qualitative military edge/QME) Israel.

Hal itu telah terjadi pada F-35, yang sempat ditolak oleh negara-negara Arab, sementara Israel telah membeli dan menyebarkannya.

Baca juga: Hanya untuk Beberapa Waktu AS Tidak akan Menyetujui Aneksasi Israel Atas Wilayah Tepi Barat

"Dalam pembicaraan (tentang kesepakatan normalisasi UEA), Israel tidak mengubah posisi konsistensinya terhadap penjualan senjata dan teknologi pertahanan ke negara mana pun di Timur Tengah yang dapat memberi keseimbangan (militer)," kata kantor Netanyahu.

Pemerintahan Trump telah mengisyaratkan bahwa UEA dapat memperoleh penjualan senjata AS baru yang tidak ditentukan setelah pengumuman normalisasi pada Kamis lalu (13/8/2020).

Baca juga: Tank Israel Serang Hamas di Jalur Gaza terkait Rusuh dan Bom Balon

Menteri Intelijen Eli Cohen, seorang pengamat di kabinet keamanan Netanyahu, mengatakan forum pengambilan keputusan tidak mengadakan diskusi tentang perubahan apa pun pada kebijakan QME dan bahwa Israel belum menyetujui perubahan apa pun oleh Amerika Serikat.

"Israel belum memberikan persetujuannya untuk ikut dan mengubah pengaturan (QME)," kata Cohen kepada stasiun radio publik, Kan.

Baca juga: Setelah Serang Jalur Gaza, Israel Larang Nelayan Palestina Tangkap Ikan


Sumber Aljazeera
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Otoritas Terusan Suez Bantah Klaim Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given Belum Dapat Uang Lembur dan Bonus

Otoritas Terusan Suez Bantah Klaim Operator Ekskavator yang Bebaskan Ever Given Belum Dapat Uang Lembur dan Bonus

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Osama bin Laden, Ekstremis Pendiri Al-Qaeda

[Biografi Tokoh Dunia] Osama bin Laden, Ekstremis Pendiri Al-Qaeda

Internasional
Disangka Kerja sebagai Mata-mata Putin untuk Menyebar Covid-19, Penulis Ini Tewas Mengenaskan

Disangka Kerja sebagai Mata-mata Putin untuk Menyebar Covid-19, Penulis Ini Tewas Mengenaskan

Global
Meski Terus Diserang Rusia, Ukraina Tidak Akan Membalas

Meski Terus Diserang Rusia, Ukraina Tidak Akan Membalas

Global
Menlu Ukraina: Tentara Kami Tewas Ditembaki Sniper Rusia

Menlu Ukraina: Tentara Kami Tewas Ditembaki Sniper Rusia

Global
Tubuh “Penumpang Gelap” Ditemukan di Roda Pendaratan Pesawat Penerbangan dari Nigeria

Tubuh “Penumpang Gelap” Ditemukan di Roda Pendaratan Pesawat Penerbangan dari Nigeria

Global
Video Detik-detik Petugas Kereta Api Menyelamatkan Anak yang Terjatuh di Rel dan Hampir Tersambar Kereta

Video Detik-detik Petugas Kereta Api Menyelamatkan Anak yang Terjatuh di Rel dan Hampir Tersambar Kereta

Global
Sejarah Islam di China Berkembang Pesat Sejak Abad ke-7, Sebelum Komunis Berkuasa

Sejarah Islam di China Berkembang Pesat Sejak Abad ke-7, Sebelum Komunis Berkuasa

Internasional
Presiden Chad Tewas Saat Perang Lawan Pemberontak

Presiden Chad Tewas Saat Perang Lawan Pemberontak

Global
Terungkap Warisan Pangeran Philip untuk Salah Satu Cucunya

Terungkap Warisan Pangeran Philip untuk Salah Satu Cucunya

Global
Dokter Tak Bisa Masuk Rumah Sakit Tempat Navalny Dirawat

Dokter Tak Bisa Masuk Rumah Sakit Tempat Navalny Dirawat

Global
Kisah Kota Kuno di AS, Penduduknya Gemar Pesta Berhari-hari

Kisah Kota Kuno di AS, Penduduknya Gemar Pesta Berhari-hari

Global
China Terus Bentrok dengan Negara Barat, Begini Pembelaan Xi Jinping

China Terus Bentrok dengan Negara Barat, Begini Pembelaan Xi Jinping

Global
Ustaz Malaysia Dikecam Netizen karena Foto Bareng Selebgram Seksi

Ustaz Malaysia Dikecam Netizen karena Foto Bareng Selebgram Seksi

Global
Karena Kawin Lari, Pria India Ini Dihukum Jilat Ludah dan Minum Kencing

Karena Kawin Lari, Pria India Ini Dihukum Jilat Ludah dan Minum Kencing

Global
komentar
Close Ads X