Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Tegas Peringatkan Israel, Pasokan Senjata Akan Disetop jika Lanjutkan Serang Rafah

Kompas.com - 09/05/2024, 08:51 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber Reuters

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Rabu (8/5/2024) untuk kali pertama memperingatkan Israel secara terbuka, AS akan berhenti memasok senjata jika serangan ke Rafah dilanjutkan.

“Saya tegaskan bahwa jika mereka masuk ke Rafah, saya tidak akan memasok senjata yang digunakan untuk menyerang Rafah,” kata Biden dalam wawancara dengan CNN.

Reuters melaporkan, komentar Biden ini semakin menunjukkan keretakan antara AS dan sekutu terkuatnya di Timur Tengah itu.

Baca juga: Israel Serang Rafah: Hamas Lawan Balik, AS Hentikan Pengiriman Senjata

Biden mengakui bahwa senjata AS dipakai Israel untuk membunuh warga sipil di Gaza, lokasi perang tujuh bulan yang bertujuan membasmi Hamas.

Perang tersebut sejauh ini menewaskan 34.789 warga Palestina yang sebagian besar warga sipil, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

“Warga sipil terbunuh di Gaza sebagai akibat bom-bom tersebut dan cara-cara lain yang mereka lakukan untuk menyerang pusat-pusat pemukiman,” jawab Biden ketika ditanya tentang bom seberat 907 kilogram (kg) yang berhenti dikirim ke Israel.

Israel pekan ini menyerang Rafah, lokasi lebih dari satu juta warga Palestina mengungsi, tetapi Biden tidak menganggap serangan itu invasi skala penuh karena tidak menyerang pusat populasi.

Salah satu pejabat senior AS yang berbicara tanpa menyebut nama mengatakan, Washington meninjau dengan cermat pengiriman senjata yang mungkin digunakan di Rafah dan menghentikan pengiriman 1.800 bom seberat 907 kg dan 1.700 bom seberat 226 kg.

Baca juga:

Wawancara Biden dirilis beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Lloyd Austin secara terbuka mengakui bahwa Biden memang menghentikan sementara pengiriman ribuan bom berat ke Israel.

Namun, Biden mengatakan, AS akan terus memberikan senjata pertahanan kepada Israel termasuk sistem pertahanan udara Iron Dome.

“Kami akan terus memastikan keamanan Israel dalam hal Iron Dome dan kemampuan mereka menanggapi serangan yang terjadi di Timur Tengah baru-baru ini,” katanya.

“Tapi itu salah. Kami tidak akan melakukannya—kami tidak akan memasok senjata dan peluru artileri.”

Baca juga: Biden Menyesal AS Kirim Senjata ke Israel yang Menewaskan Warga Palestina

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com