Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biden Menyesal AS Kirim Senjata ke Israel yang Menewaskan Warga Palestina

Kompas.com - 09/05/2024, 09:31 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Rabu (8/5/2024) mengaku menyesal telah mengirim pasokan senjata ke Israel yang kemudian menewaskan para penduduk Palestina.

Biden juga memperingatkan, AS akan menghentikan pasokan senjata ke Israel jika serangan ke Rafah di selatan Gaza dilanjutkan.

Wanti-wanti yang dilontarkan saat wawancara dengan CNN itu adalah peringatan pertama Biden secara terbuka kepada Israel.

Baca juga: AS Tegas Peringatkan Israel, Pasokan Senjata Akan Disetop jika Lanjutkan Serang Rafah

“Kalau mereka (Israel) masuk ke Rafah, saya tidak akan memasok senjata yang digunakan… untuk menyerang kota-kota tersebut,” kata Biden. dikutip dari kantor berita AFP.

“Kami tidak akan memasok senjata dan peluru artileri yang telah digunakan,” lanjutnya.

Biden sebelumnya selalu menolak menyetop suplai senjata ke Israel yang tiap tahunnya bernilai 3 juta dollar AS (Rp 48,17 miliar).

Ia bahkan mendorong Kongres meningkatkannya setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Namun, para pejabat AS mengatakan secara pribadi bahwa penyetopan suplai senjata terpaksa dilakukan setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan akan melanjutkan serangan ke Rafah, dan menentang seruan publik untuk menjauh dari kota tersebut.

Baca juga:

Biden kemudian menyetop pengiriman 1.800 bom seberat 907 kilogram dan 1.700 bom seberat 226 kg pekan lalu.

“Warga sipil terbunuh di Gaza akibat bom tersebut,” ujar Biden. "Itu salah."

Di tahun politik pemilihan presiden atau pilpres AS 2024 ini, ada kemungkinan Biden khawator kehilangan dukungan dari pemilih berhaluan tengah jika dia bertindak terlalu jauh.

“Kami tidak akan meninggalkan keamanan Israel,” tegas Biden dalam wawancara dengan CNN. “Kami mengurangi kemampuan Israel untuk melancarkan perang di wilayah tersebut.”

Baca juga: Isi Perjanjian Gencatan Senjata yang Ditolak Israel

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com