Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Setelah Perintahkan Warga Mengungsi, Israel Serang Rafah, Hal yang Dikhawatirkan Mulai Terjadi

Kompas.com - 06/05/2024, 19:37 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP,Reuters

RAFAH, KOMPAS.com - Warga Gaza menyebut Militer Israel telah meluncurkan serangan udara di Rafah beberapa jam setelah mereka memerintahkan warga mengungsi pada Senin (6/5/2024).

Kekhawatiran telah meningkat akan terjadinya serangan besar-besaran oleh Israel di Gaza selatan tersebut.

Kota Rafah telah menjadi tempat berlindungi bagi jutaan pengungsi dari wilayah lain di Gaza yang menghindari serangan Israel.

Baca juga: Meski Rafah Dievakuasi, Hamas Tetap Lanjutkan Perundingan Gencatan Senjata

Belum ada komentar langsung dari Israel mengenai serangan terbaru ke Rafah kali ini.

Sebelumnya, Israel dilaporkan telah memerintahkan warga melalui pesan singkat, telepon, dan selebaran dalam bahasa Arab untuk pindah ke tempat yang disebut sebagai "zona kemanusiaan yang diperluas". Itu berjarak sekitar 20 kilometer dari Rafah.

Beberapa keluarga Palestina pun kemudian mulai mengungsi di bawah guyuran hujan musim semi yang dingin.

Beberapa membawa anak-anak dan barang-barang mereka di atas gerobak keledai, sementara yang lain pergi dengan menggunakan mobil pick-up atau berjalan kaki melewati jalanan berlumpur.

"Hujan turun dengan deras dan kami tidak tahu ke mana harus pergi. Saya khawatir hari ini akan tiba, sekarang saya harus melihat ke mana saya bisa membawa keluarga saya," kata seorang pengungsi, Abu Raed, kepada Reuters melalui aplikasi chatting.

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan bahwa perintah evakuasi tersebut merupakan "eskalasi berbahaya" yang akan menimbulkan konsekuensi.

"Pemerintah AS, bersama dengan penjajah, memikul tanggung jawab atas terorisme ini," ujar pejabat tersebut, Sami Abu Zuhri, kepada Reuters, merujuk pada aliansi Israel dengan Washington.

Baca juga: Israel Dorong 100.000 Warga Sipil Palestina Tinggalkan Rafah Timur, Apa Tujuannya?

Badan-badan bantuan telah memperingatkan bahwa perintah evakuasi tersebut akan menyebabkan bencana kemanusiaan yang lebih buruk lagi di Gaza yang berpenduduk 2,3 juta jiwa.

"Memaksa lebih dari satu juta orang Palestina yang mengungsi dari Rafah untuk mengungsi tanpa tujuan yang aman tidak hanya melanggar hukum tetapi juga akan menimbulkan konsekuensi yang sangat buruk," kata lembaga amal Inggris, ActionAid.

Militer Israel mengatakan bahwa mereka telah mendesak penduduk Rafah untuk mengungsi dalam sebuah operasi "ruang lingkup terbatas".

Mereka tidak memberikan alasan spesifik dan juga tidak mengatakan apakah tindakan ofensif akan dilakukan.

Sementara itu, menurut Al-Aqsa TV yang berafiliasi dengan Hamas, Militer Israel telah menargetkan daerah-daerah di Rafah timur di dekat lingkungan yang telah diberi perintah evakuasi.

Baca juga: Israel Perintahkan Evakuasi Warga dari Rafah Gaza Sebelum Serangan Terjadi

Halaman:
Baca tentang

Terkini Lainnya

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Global
Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Global
1,5 Juta Lebih Jemaah Shalat di Arafah pada Puncak Haji Hari Ini

1,5 Juta Lebih Jemaah Shalat di Arafah pada Puncak Haji Hari Ini

Global
Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Global
Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Internasional
 Cyril Ramaphosa Terpilih Kembali Sebagai Presiden Afrika Selatan

Cyril Ramaphosa Terpilih Kembali Sebagai Presiden Afrika Selatan

Global
 Kondisi Kate Middleton yang Tak Henti Berjuang Sembuh dari Kanker

Kondisi Kate Middleton yang Tak Henti Berjuang Sembuh dari Kanker

Global
Kelompok Israel Bakar Truk Bantuan Gaza, AS Berani Beri Sanksi

Kelompok Israel Bakar Truk Bantuan Gaza, AS Berani Beri Sanksi

Global
Bertemu di Resor Mewah Italia, Negara-negara G7 Serukan Keprihatinan untuk Gaza

Bertemu di Resor Mewah Italia, Negara-negara G7 Serukan Keprihatinan untuk Gaza

Global
[POPULER GLOBAL] Bryan Sukidi Siswa Indonesia Peraih Penghargaan AS | Tank Israel Terus Tembus Rafah

[POPULER GLOBAL] Bryan Sukidi Siswa Indonesia Peraih Penghargaan AS | Tank Israel Terus Tembus Rafah

Global
Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Internasional
Perang di Sudan, 226 Tewas dan Lukai 1.418 Orang

Perang di Sudan, 226 Tewas dan Lukai 1.418 Orang

Global
Kelompok Israel Serang Bantuan Gaza, AS Bakal Jatuhkan Sanksi

Kelompok Israel Serang Bantuan Gaza, AS Bakal Jatuhkan Sanksi

Global
200 Anak Palestina Berisiko Meninggal karena Kekurangan Gizi

200 Anak Palestina Berisiko Meninggal karena Kekurangan Gizi

Global
Rusia Bersedia Gencatan Senjata dengan Ukraina, Putin: Ini Syaratnya

Rusia Bersedia Gencatan Senjata dengan Ukraina, Putin: Ini Syaratnya

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com