Kisah 3 Wanita Korban Selamat dari Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki 75 Tahun Silam

Kompas.com - 04/08/2020, 17:08 WIB
Foto handout ini diambil pada 6 Agustus 1945 oleh Angkatan Darat AS dan dirilis oleh Hiroshima Peace Memorial Museum, menunjukkan asap berbentuk jamur dari ledakan bom atom yang dijatuhkan dari B-29 Enola Gay di atas Kota Hiroshima. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom Little Boy di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya. AFP PHOTO/HIROSHIMA PEACE MEMORIFoto handout ini diambil pada 6 Agustus 1945 oleh Angkatan Darat AS dan dirilis oleh Hiroshima Peace Memorial Museum, menunjukkan asap berbentuk jamur dari ledakan bom atom yang dijatuhkan dari B-29 Enola Gay di atas Kota Hiroshima. Pada 73 tahun lalu, Agustus 1945, AS menjatuhkan bom Little Boy di Kota Hiroshima, Jepang, sebagai tahap akhir PD II yang menewaskan lebih dari 120.000 orang. Setelah Hiroshima, Kota Nagasaki menjadi sasaran berikutnya.

TOKYO, KOMPAS.com - Jumlah korban yang terbunuh saat itu tercatat sekitar 140.000 dari 350.000 penduduk yang ada di Hiroshima, dan sekitar 74.000 orang yang terbunuh di Nagasaki.

Pengeboman itu mengakhiri perang secara tiba-tiba di Asia, dengan Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945.

Kemudian yang selamat dalam pengeboman saat itu dikenal dengan sebutan Hibakusha. Mereka yang selamat telah berhasil lolos dalam menghadapi dampak yang mengerikan dari bom atom, mulai dari keracunan radiasi hingga trauma psikologis.

Melansir BBC pada Sabtu (2/8/2020), tiga wanita Hibakusha menceritakan tentang kejadian 75 tahun silam yang masih mereka ingat kuat kepada seorang jurnalis foto Inggris, Lee Karen Stow.

Teruko Ueno

Teruko Ueno sebagai perawat di Rumah Sakit Palang Merah Hiroshima beberapa tahun setelah jatuhnya bom atom (kiri) dan Teruko pada 2015.LEE KAREN STOW VIA BBC Teruko Ueno sebagai perawat di Rumah Sakit Palang Merah Hiroshima beberapa tahun setelah jatuhnya bom atom (kiri) dan Teruko pada 2015.

Saat pengeboman terjadi di Hiroshima 6 Agustus 1945, Teruko yang selamat masih berusia 15 tahun.

Teruko tengah menempuh pendidikan tahun keduanya di sekolah keperawatan di Rumah Sakit Palang Merah, Hiroshima.

Setelah bom meledak, asrama sekolahnya di rumah sakit terbakar. Teruko membantu memadamkan apinya, tetapi banyak teman-temannya yang sudah tewas dalam kobaran api.

Dalam ingatannya, seminggu setelah pengeboman terjadi, ia bekerja siang dan malam untuk merawat korban dengan luka-luka mengerikan. Sementara, ia dan para orang yang selamat tidak memiliki persediaan makanan dan air yang cukup.

Setelah lulus, Teruko terus bekerja di rumah sakit, di mana dia membantu operasi yang melibatkan pencangkokan kulit.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BBC
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Pesta Pernikahan Jadi Superspreader Virus Corona | Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

[POPULER GLOBAL] Pesta Pernikahan Jadi Superspreader Virus Corona | Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

Global
Video Viral Anjing Menangis Dipaksa Makan Cabe Demi Konten

Video Viral Anjing Menangis Dipaksa Makan Cabe Demi Konten

Global
Video Detik-detik Crane Ambruk Ditabrak Kapal Kontainer Terbesar di Dunia

Video Detik-detik Crane Ambruk Ditabrak Kapal Kontainer Terbesar di Dunia

Global
Seorang Wanita Masukan Kotoran Anjing ke Kotak Surat Para Pendukung Trump

Seorang Wanita Masukan Kotoran Anjing ke Kotak Surat Para Pendukung Trump

Global
Tim Sepak Bola Kalah 37-0 gara-gara Social Distancing 2 Meter di Pertandingan

Tim Sepak Bola Kalah 37-0 gara-gara Social Distancing 2 Meter di Pertandingan

Global
Percaya Ritual Mandi Lumpur Cegah Virus Corona, Politisi India Positif Covid-19

Percaya Ritual Mandi Lumpur Cegah Virus Corona, Politisi India Positif Covid-19

Global
Video Viral Wanita Naiki Peti Mati Kekasihnya dan Berjoget di Atasnya

Video Viral Wanita Naiki Peti Mati Kekasihnya dan Berjoget di Atasnya

Global
Ngebut 140 Km/Jam Sambil Tidur di Mobil, Sopir Ditilang Polisi

Ngebut 140 Km/Jam Sambil Tidur di Mobil, Sopir Ditilang Polisi

Global
Survei: Kata Generasi Milenial dan Gen Z Soal Holocaust

Survei: Kata Generasi Milenial dan Gen Z Soal Holocaust

Global
UU Baru Disahkan di Nigeria, Pria Pemerkosa Akan Dikebiri

UU Baru Disahkan di Nigeria, Pria Pemerkosa Akan Dikebiri

Global
Tolak Pelatihan Anti-rasialisme, Trump Usulkan Pelajaran Patriotik di Sekolah

Tolak Pelatihan Anti-rasialisme, Trump Usulkan Pelajaran Patriotik di Sekolah

Global
Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS ke-39 Jimmy Carter Resmi Ajukan Laporan 'Penampakan UFO'

Hari Ini dalam Sejarah: Presiden AS ke-39 Jimmy Carter Resmi Ajukan Laporan "Penampakan UFO"

Global
Ragam Barang Antik Revolusioner China Dicuri, Ditaksir Nilainya Lebih dari Rp 7,4 Triliun

Ragam Barang Antik Revolusioner China Dicuri, Ditaksir Nilainya Lebih dari Rp 7,4 Triliun

Global
Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

Bakteri Penyakit Bocor dari Lab China, Ribuan Orang Terinfeksi

Global
Seorang Penggemar dan Pekerja Wahana Ekstrem yang Tewas dari 'Swing Ride'

Seorang Penggemar dan Pekerja Wahana Ekstrem yang Tewas dari "Swing Ride"

Global
komentar
Close Ads X