Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Kompas.com - 12/05/2024, 13:15 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

SEOUL, KOMPAS.com - Polisi Korea Selatan pada Sabtu (11/5/2024) mengatakan, peretas (hacker) Korea Utara mencuri data sensitif, termasuk catatan keuangan individu, dari jaringan komputer pengadilan Korsel selama dua tahun.

Korea Utara—negara bersenjata nuklir—diketahui mengoperasikan ribuan peretas di dalam maupun luar negeri, dan dituding sebagai biang keladi beberapa serangan siber di masa lampau.

Menurut keterangan polisi nasional Korsel, para peretas Korut mencuri 1.014 gigabyte data dari komputer pengadilan sejak Januari 2021 sampai Februari 2023.

Baca juga: Kepala Propaganda yang Melayani Ketiga Pemimpin Korea Utara Meninggal

Malware dari para peretas mengirimkan data curian, termasuk catatan pernikahan dan utang pribadi warga Korea Selatan, ke empat server domestik dan empat server luar negeri, kata polisi nasional kepada AFP.

Pencurian data itu terdeteksi perangkat lunak antivirus, dan diketahui sebagai ulah kelompok peretas Korut setelah otoritas Korsel membandingkan program, rincian pembayaran server, dan alamat IP dengan kasus-kasus sebelumnya.

Pihak berwenang Seoul sejauh ini baru mengidentifikasi 4,7 gigabyte dari data yang dicuri, berisi 5.171 dokumen terkait utang pribadi, termasuk akta nikah serta surat kebangkrutan.

Menurut para analis, Korea Utara meningkatkan serangan siber dalam beberapa tahun terakhir untuk mendapatkan mata uang asing guna mengakali sanksi PBB atas program nuklir dan rudalnya.

Baca juga:

Korsel, Jepang, dan Amerika Serikat menuding Korut mencuri mata uang kripto senilai 1,7 miliar dollar AS (Rp 27,28 triliun) pada 2022, dan mengembangkan program persenjataannya dengan mengumpulkan informasi dari aktivitas siber.

Pada Februari 2024, agen mata-mata Seoul mengeklaim bahwa mata-mata Korea Utara menggunakan LinkedIn untuk menyamar sebagai perekrut, lalu membujuk warga Korea Selatan yang bekerja di perusahaan pertahanan untuk mengakses informasi teknologi.

Program siber Korea Utara dimulai setidaknya pada pertengahan 1990-an, selanjutnya berkembang menjadi unit perang siber berkekuatan 6.000 orang yang dikenal sebagai Biro 121.

Unit tersebut beroperasi dari beberapa negara termasuk Belarus, China, India, Malaysia, dan Rusia, menurut laporan militer AS pada 2020.

Baca juga: Rudal Hwasong-11 Korea Utara Dilaporkan Mendarat di Kharkiv Ukraina

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Global
1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

Global
Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Global
Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Global
Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Global
Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Global
Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Global
Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Global
Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Global
WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

Global
Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Global
Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Global
1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

Global
Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com