Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kanada Bubarkan 2 Perusahaan Teknologi, Dianggap Ancam Keamanan Nasional

Kompas.com - 25/05/2024, 21:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber CNA

OTTAWA, KOMPAS.com - Kanada pada Jumat (24/5/2024) memerintahkan pembubaran bisnis dua perusahaan teknologi di negara tersebut dengan alasan masalah keamanan nasional.

Perusahaan-perusahaan tersebut, Bluvec Technologies Inc dan Pegauni Technology Inc, diberi perintah pembubaran dan diminta untuk menghentikan semua operasi di negara tersebut.

Dilansir dari CNA, keputusan diambil berdasarkan undang-undang yang mengatur investasi asing di Kanada.

Baca juga: Studi di Kanada: PR Matematika Lebih Banyak Bawa Rugi daripada Untung

Keputusan itu diambil setelah peninjauan yang melibatkan pengawasan ketat oleh komunitas keamanan dan intelijen nasional Kanada, kata Menteri Inovasi Francois-Philippe Champagne.

“Meskipun Kanada terus menyambut investasi asing langsung, kami akan bertindak tegas ketika investasi mengancam keamanan nasional kami,” kata Champagne.

Pernyataan tersebut tidak memberikan rincian investasi, masalah keamanan, atau informasi apa pun mengenai perusahaan di luar nama mereka.

Juru bicara menteri inovasi tidak segera menanggapi permintaan informasi lebih lanjut.

Situs web Bluvec Technologies menggambarkannya sebagai pembuat perangkat pendeteksi drone.

Website Pegauni Technology tidak dapat diakses.

Akun LinkedIn dengan nama tersebut menyebutkan perusahaan tersebut membuat produk keamanan nirkabel.

Baca juga: Bank Besar Kanada Pecat Petinggi setelah Skandal Hubungan dengan Karyawan

Undang-undang mengenai investasi asing atau Undang-Undang Investasi Kanada direvisi awal tahun ini untuk menambah tinjauan keamanan nasional yang lebih ketat terhadap investasi asing yang diusulkan.

Baca juga: Oposisi Rusia Alexei Navalny Meninggal di Penjara, PM Kanada: Ini Tragedi

Orang asing yang memperoleh kendali atas bisnis Kanada atau yang ingin mendirikan bisnis baru di negara tersebut harus tunduk pada hukum.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

45 Jenazah Pekerja India Korban Kebakaran Tiba dari Kuwait

45 Jenazah Pekerja India Korban Kebakaran Tiba dari Kuwait

Global
Gajah Kembar Langka Lahir di Thailand

Gajah Kembar Langka Lahir di Thailand

Global
Padahal Sudah Putus, Pria Ini Marah dan Rebut HP Mantan Pacar Usai Melihat Bersama Pria Lain

Padahal Sudah Putus, Pria Ini Marah dan Rebut HP Mantan Pacar Usai Melihat Bersama Pria Lain

Global
Rusia-Ukraina Saling Serang dengan Puluhan Drone dan Rudal

Rusia-Ukraina Saling Serang dengan Puluhan Drone dan Rudal

Global
Rudal Houthi Hantam Kapal Kargo di Teluk Aden, Lukai Awak Kapal

Rudal Houthi Hantam Kapal Kargo di Teluk Aden, Lukai Awak Kapal

Global
Hezbollah Pamer Persenjataan di Tengah Eskalasi Perang

Hezbollah Pamer Persenjataan di Tengah Eskalasi Perang

Global
AS Kecam Tindakan Israel Alihkan Dana Palestina Rp 573 Miliar

AS Kecam Tindakan Israel Alihkan Dana Palestina Rp 573 Miliar

Global
Biden dan Zelensky Teken Perjanjian Keamanan yang Mirip dengan Kesepakatan AS-Israel

Biden dan Zelensky Teken Perjanjian Keamanan yang Mirip dengan Kesepakatan AS-Israel

Global
Bryan Sukidi, Siswa Indonesia Peraih Penghargaan Bakat Luar Biasa di AS

Bryan Sukidi, Siswa Indonesia Peraih Penghargaan Bakat Luar Biasa di AS

Global
Kekerasan Anak dalam Konflik Dunia Capai Tingkat Ekstrem, Khususnya Israel

Kekerasan Anak dalam Konflik Dunia Capai Tingkat Ekstrem, Khususnya Israel

Global
Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Internasional
Rangkuman Hari Ke-841 Serangan Rusia ke Ukraina: Komitmen Keamanan Biden-Zelensky | Bank Rusia Kehabisan Mata Uang Asing

Rangkuman Hari Ke-841 Serangan Rusia ke Ukraina: Komitmen Keamanan Biden-Zelensky | Bank Rusia Kehabisan Mata Uang Asing

Global
Tank-tank Israel Terus Menembus Rafah, Warga Palestina Tak Henti Melarikan Diri

Tank-tank Israel Terus Menembus Rafah, Warga Palestina Tak Henti Melarikan Diri

Global
Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Internasional
Tentara Israel Lakukan 5.698 Pelanggaran Berat pada Anak-anak

Tentara Israel Lakukan 5.698 Pelanggaran Berat pada Anak-anak

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com