Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel: Kasus Genosida di Pengadilan PBB Tak Sesuai Kenyataan

Kompas.com - 17/05/2024, 17:47 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

DEN HAAG, KOMPAS.com - Israel mengecam kasus genosida oleh Afrika Selatan di hadapan pengadilan tinggi PBB pada Jumat (17/5/2024).

Sebelumnya, Afrika Selatan mendesak hakim untuk memerintahkan gencatan senjata di Gaza lantaran perang yang sudah berlangsung selama tujuh bulan lebih.

Namun, Israel justru menggambarkannya kasus tersebut sepenuhnya tidak sesuai dengan kenyataan.

Baca juga: OKI Kecam Genosida di Gaza, Desak Israel Diberi Sanksi

Gilad Noam, seorang pengacara terkemuka Israel menggambarkan kasus Afrika Selatan sebagai sebuah "ejekan" terhadap Konvensi Genosida PBB yang dituduh telah dilanggar.

"Afrika Selatan menghadirkan gambaran kepada pengadilan untuk keempat kalinya yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta dan keadaan," kata Gilad Noam kepada Mahkamah Internasional (ICJ).

Afrika Selatan telah mendesak ICJ untuk memerintahkan penghentian serangan Israel terhadap kota Rafah di Gaza, yang menurut Israel adalah kunci untuk melenyapkan Hamas.

Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Kamis menegaskan bahwa serangan darat di Rafah adalah bagian “penting” dari misi tentara untuk menghancurkan Hamas dan mencegah terulangnya serangan 7 Oktober 2023.

"Pertempuran di Rafah sangat penting. Ini bukan hanya sisa batalion mereka, ini juga seperti saluran oksigen bagi mereka untuk melarikan diri dan memberikan pasokan," katanya dikutip dari AFP.

Sebelumnya, Netanyahu memerintahkan serangan Rafah, bertentangan dengan peringatan AS bahwa lebih dari satu juta warga sipil yang berlindung di sana bisa terjebak dalam baku tembak.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa operasi di Rafah akan berlanjut seiring pasukan tambahan memasuki wilayah tersebut.

Hari Jumat di Den Haag Belanda, Noam mengatakan kepada pengadilan tinggi PBB bahwa Israel sangat menyadari banyaknya warga sipil yang terkonsentrasi di Rafah.

Israel juga sangat menyadari upaya Hamas untuk menggunakan warga sipil Palestina ini sebagai tameng.

Baca juga: Mahkamah Internasional Resmi Perintahkan Israel Setop Genosida

Noam mengatakan tidak ada serangan berskala besar di Rafah, namun operasi spesifik dan lokal yang diawali dengan upaya evakuasi dan dukungan untuk kegiatan kemanusiaan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com