Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Kritik Keras dari Berbagai Negara Imbas Serangan Israel ke Rafah

Kompas.com - 28/05/2024, 08:19 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Serangan Israel pada Minggu (26/5/2024) yang menewaskan sedikitnya 45 orang di sebuah kamp pengungsi di Rafah Gaza selatan dikecam banyak pihak.

Meski militer Israel kini tengah melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, tetapi banyak negara yang mengecam serangan udara tersebut.

Diketahui, serangan Israel itu memicu kebakaran yang membakar para pengungsi hidup-hidup di tenda-tenda mereka. Bahkan mirisnya lagi, banyak di antara korban adalah perempuan dan anak-anak.

Baca juga: PM Israel: Serangan di Kamp Rafah Tak Dimaksud Timbulkan Korban Sipil

Dikutip dari AFP pada Selasa (28/5/2024), berikut ini kritikan keras dari beberapa negara dan organisasi:

PBB

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat mengenai serangan Rafah dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengutuk serangan tersebut.

Pasalnya, insiden itu disebutnya sebagai serangan yang membunuh puluhan warga sipil tak berdosa yang hanya mencari perlindungan dari konflik mematikan ini.

"Tidak ada tempat yang aman di Gaza. Kengerian ini harus dihentikan," kata Guterres dalam postingan media sosialnya. Pejabat PBB lainnya menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

Uni Eropa

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengatakan dia merasa prihatin dengan serangan Israel yang menewaskan puluhan pengungsi, termasuk anak-anak kecil.

"Saya mengutuk keras hal ini," kata dia. Para menteri luar negeri Uni Eropa sepakat untuk mengadakan pertemuan dengan Israel untuk mencari penjelasan.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Eropa Kecam Serangan Israel | Desa di Ukraina Direbut Rusia

Amerika Serikat

Pemerintah AS mengatakan Israel harus berbuat lebih banyak untuk melindungi warga sipil.

"Seperti yang telah kami jelaskan, Israel harus mengambil segala tindakan pencegahan untuk melindungi warga sipil," kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS dalam sebuah pernyataan.

"Kami secara aktif melibatkan IDF dan mitranya di lapangan untuk menilai apa yang terjadi," tambah juru bicara tersebut.

Uni Afrika

"Dengan serangan udara semalam yang mengerikan yang menewaskan sebagian besar perempuan dan anak-anak Palestina. Negara Israel terus melanggar hukum internasional tanpa mendapat hukuman dan menghina keputusan ICJ (Mahkamah Internasional) dua hari lalu yang memerintahkan diakhirinya aksi militer di Rafah," terang Ketua Komisi AU Moussa Faki Mahamat pada X.

"Perintah ICJ harus segera ditegakkan jika ingin tatanan global terwujud," imbuh dia.

Baca juga: 4 Fakta Seputar Bencana Tanah Longsor di Papua Nugini

Perancis

"Operasi ini harus dihentikan. Tidak ada wilayah aman di Rafah bagi warga sipil Palestina. Saya menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional dan gencatan senjata segera," kata Presiden Emmanuel Macron di X.

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com