Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Deretan Konflik China-Taiwan Terbaru

Kompas.com - 26/05/2024, 10:37 WIB
BBC News Indonesia,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

BEIJING, KOMPAS.com - China meluncurkan latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan—yang mensimulasikan serangan skala penuh di pulau itu—beberapa hari setelah pelantikan presiden baru Taiwan, William Lai.

Latihan militer ini menegaskan inti permasalahan: klaim China atas Taiwan.

Beijing memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri—yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari China—dan negara itu tak mengesampingkan penggunaan kekuataan militer dalam upayanya ini.

Baca juga: Bisnis Minuman Boba Mulai Merosot di China, Ini Penyebabnya

Akan tetapi, banyak warga Taiwan menganggap diri mereka sebagai bagian yang terpisah dari penduduk China.

Kendati begitu, sebagian besar dari mereka mendukung status quo, yakni Taiwan tak mendeklarasikan kemerdekaan dari China atau bersatu dengan negara itu.

BBC INDONESIA Lokasi China dan Taiwan.
Bagaimana sejarah antara China dan Taiwan?

Pemukim pertama di Taiwan diketahui adalah masyarakat suku Austronesia, yang diyakini berasal dari China selatan saat ini.

Catatan China kali pertama menyebutkan pulau itu pada 239 M, ketika seorang kaisar mengirimkan pasukan ekspedisi ke sana—sebuah fakta yang digunakan Beijing untuk mendukung klaimnya atas teritori ini.

Setelah masa penjajahan Belanda yang relatif singkat, Taiwan diperintah oleh Dinasti Qing di China, sebelum diserahkan ke Jepang setelah negara itu memenangi Perang Sino-Jepang Pertama.

Setelah Perang Dunia Kedua, Jepang menyerah dan melepaskan kendali atas wilayah yang direbutnya dari China.

Chiang Kai-shek, yang pernah menjadi pemimpin di China, melarikan diri bersama para pendukungnya ke Taiwan.CENTRAL PRESS via BBC INDONESIA Chiang Kai-shek, yang pernah menjadi pemimpin di China, melarikan diri bersama para pendukungnya ke Taiwan.
Setelah itu, Taiwan secara resmi diduduki oleh Republik China (ROC), yang mulai memerintah dengan persetujuan sekutunya, Amerika Serikat dan Inggris.

Namun, dalam beberapa tahun berikutnya perang saudara pecah di China, dan pasukan pemimpin ROC saat itu, Chiang Kai-shek, dikalahkan oleh tentara Komunis pimpinan Mao Zedong.

Chiang, sisa-sisa pemerintahan Kuomintang (KMT) dan pendukungnya—sekitar 1,5 juta orang—melarikan diri ke Taiwan pada 1949.

Chiang dengan sistem pemerintahan diktatornya memerintah Taiwan hingga 1980-an.

Setelah kematiannya, Taiwan memulai transisi menuju demokrasi dan mengadakan pemilu pertamanya pada 1996.

Baca juga: Pokok Persoalan Konflik China dengan Taiwan

Dua tentara mengibarkan bendera Taiwan.EPA via BBC INDONESIA Dua tentara mengibarkan bendera Taiwan.
Siapa saja yang mengakui Taiwan?

Ada perbedaan pendapat tentang status Taiwan.

Halaman:

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com