Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Klaim Rebut 5 Desa dalam Pertempuran Sengit di Kharkiv

Kompas.com - 12/05/2024, 07:15 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

KYIV, KOMPAS.com - Pertempuran sengit berlanjut pada hari kedua di pinggiran wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina.

Rusia mengatakan pihaknya telah merebut lima desa, sementara Ukraina mengatakan pihaknya melakukan perlawanan terhadap serangan dan berjuang untuk menguasai wilayah tersebut.

Rusia melancarkan serangan lapis baja pada Jumat (10/5/2024) pagi.

Baca juga: Ukraina Evakuasi Ratusan Orang dari Kharkiv Usai Serangan Rusia

Ini mungkin bertujuan untuk menarik pasukan Ukraina yang jumlahnya banyak di wilayah timur yang selama ini menjadi fokus serangan Rusia.

Dilansir dari Reuters, Kyiv berada dalam posisi yang tidak menguntungkan selama berbulan-bulan karena pasukan Rusia perlahan-lahan maju, terutama di wilayah Donetsk di selatan, mengambil keuntungan dari kekurangan pasukan dan peluru artileri di Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan dalam pengarahan bahwa pasukan mereka telah merebut desa Pletenivka, Ohirtseve, Borysivka, Pylna dan Strilecha di wilayah Kharkiv, yang melintasi perbatasan dari wilayah Belgorod Rusia.

Namun Gubernur Kharkiv, Oleh Syniehubov, mengatakan bahwa pertempuran aktif terus berlanjut di lima desa perbatasan yang terletak dalam jarak tiga hingga lima km dari perbatasan.

“Kami memahami dengan jelas kekuatan apa yang digunakan musuh di utara wilayah kami. Tentu saja, eskalasi dapat meningkat, tekanan dapat meningkat, hal ini dapat memperkuat unit militer dan kehadiran militernya," ujarnya.

Dia mengatakan tidak ada bahaya yang mengancam ibu kota wilayah tersebut, Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina.

Evakuasi sekitar 1,3 juta penduduknya yang terus tinggal di sana meskipun ada serangan rudal dan drone yang rutin terjadi juga tidak diperlukan.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-798 Serangan Rusia ke Ukraina: Drone Serang Kilang Rosneft | Bom di Kharkiv

“Sampai sekarang musuh terus menekan di bagian utara wilayah kami. Pasukan kami telah berhasil menggagalkan sembilan serangan," tambahnya.

Kyiv segera mengerahkan bala bantuan untuk menghadapi serangan tersebut.

Baca juga: Serangan Bom Rusia di Kharkiv Ukraina Tewaskan 2 Orang

Nazar Voloshyn, juru bicara komando timur Ukraina, mengatakan pasukan Kyiv telah berhasil menahan pasukan Rusia di perbatasan di mana tidak jelas siapa yang memegang kendali.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Global
Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Global
Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Internasional
Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Global
Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Global
Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Global
AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

Global
Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Global
[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

Global
Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com