Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepala Propaganda yang Melayani Ketiga Pemimpin Korea Utara Meninggal

Kompas.com - 08/05/2024, 18:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

 SEOUL, KOMPAS.com - Kim Ki Nam, salah satu pejabat Korea Utara terlama yang melayani ketiga generasi pemimpinnya untuk memperkuat legitimasi politik dan mengepalai alat propaganda negara dinasti tersebut, meninggal dunia.

Media resmi Korut pada Rabu (8/5/2024), menyebut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi makam Kim pada pukul 2 pagi Rabu untuk memberikan penghormatan.

“Dengan kesedihan yang pahit atas kehilangan seorang veteran revolusioner yang tetap setia tanpa batas kepada negara sampai akhir," kata Kim Jong Un.

Baca juga: Membaca Arah Kepemimpinan Korea Utara dari Lagu Propaganda Terbaru

Dilansir dari Reuters, Kim Ki Nam meninggal pada Selasa (7/5/2024) pada usia 94 tahun, kata kantor berita resmi KCNA.

Dia adalah bagian dari kelompok inti pejabat setia yang telah bekerja untuk mempertahankan tiga generasi Kim dengan memperkuat legitimasi mereka dengan membawa garis keturunan pemimpin revolusioner yang mendirikan negara pada tahun 1945.

“Dia mengabdikan dirinya untuk mendukung perjalanan menuju kemenangan dalam membangun negara sosialis yang kuat dengan mempertahankan ideologi yang kuat dan pembangunan di era baru di semua bidang pekerjaan partai,” kata KCNA.

Kim adalah salah satu dari sedikit pejabat Korea Utara yang mengunjungi Korea Selatan, memimpin delegasi pemakaman pada tahun 2009 setelah kematian Presiden Kim Dae-jung yang membuka era rekonsiliasi dengan Pyongyang dengan “Kebijakan Sinar Matahari.”

Dia pindah ke garis depan mesin propaganda Korea Utara, menjadi wakil kepala pada tahun 1966 dan kemudian menjadi kepala pada tahun 1985 selama pemerintahan pendiri negara Kim Il-sung, menurut data pemerintah Korea Selatan.

Dia pensiun pada tahun 2017.

Kim memberikan pengaruh yang luar biasa pada kebijakan dan personalia dan merupakan arsitek utama dari fondasi politik Partai Pekerja yang berkuasa, menurut pakar Korea Utara Michael Madden di Stimson Center.

Baca juga: Makna di Balik Lagu Pop Propaganda Korea Utara yang Ternyata banyak Disukai Pengguna TikTok

Dia sangat dekat dengan Kim Jong-il, ayah dari pemimpin saat ini yang meninggal pada tahun 2011, dan diyakini sebagai teman minumnya, kata Madden mengutip sumber.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Rangkuman Hari Ke-846 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin ke Korea Utara | Temuan Tentara Ukraina Terpenggal

Global
Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Senat Thailand Loloskan RUU Pernikahan Sesama Jenis

Global
Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

Internasional
Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Ekuador Umumkan Kenaikan Harga BBM, Jadi Berapa?

Global
Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Putin Tiba di Korea Utara, Disambut Karpet Merah dan Peluk Kim Jong Un

Global
Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Mencegah Perang Israel-Lebanon...

Global
AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

AS Masih Tunda Kirim Bom 907 Kg ke Israel, tapi Senjata Lainnya Bergerak Seperti Biasa

Global
Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Israel Resmi Akan Serang Lebanon

Global
[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

[POPULER GLOBAL] AS Tertinggal dari China soal Energi Nuklir | Dua Lipa Kritik Israel

Global
Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Singapura Kerja Keras Bersihkan 400 Ton Minyak Tumpah di Pulau Sentosa

Global
Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Kisah Perempuan Adat Meksiko yang Terkurung 12 Tahun di RSJ AS karena Tak Bisa Bahasa Inggris

Global
KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

KBRI Canberra dan CESA Perpanjang MoU Pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia

Global
Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com