Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Kompas.com - 12/05/2024, 14:40 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Kontes Lagu Eurovision 2024 di Malmo, Swedia telah berakhir pada Sabtu (11/5/2024) malam. Swis menjadi juara pada kontes tersebut.

Swiss menjadi juara usai mengalahkan Kroasia dan menjadi runner-up. Tapi, kontes tahun ini sedikit berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya.

Sebab, kontes lagu Eurovision 2024 telah menjadi sorotan politik dengan seruan agar Israel tidak diikutsertakan dalam kampanye militernya di Gaza, yang dipicu oleh serangan mematikan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel.

Baca juga: Meski Diprotes di Kontes Lagu Eurovision, Kontestan Israel Maju ke Final

Dikutip dari Reuters pada Minggu (12/5/2024), rapper dan penyanyi Swiss Nemo (24) memenangkan kontes dengan "The Code", sebuah lagu drum-and-bass, opera, rap dan rock, tentang perjalanan penemuan jati diri Nemo sebagai orang non-biner.

"Saya berharap kontes ini dapat memenuhi janjinya dan terus memperjuangkan perdamaian dan martabat setiap orang di dunia ini," kata Nemo usai menerima trofi Eurovision 2024 di atas panggung.

Ia mengaku senang karena lagunya bisa mengubah hidupnya dan menyentuh banyak orang, bahkan dapat menginspirasi orang lain untuk tetap setia pada kisah hidup masing-masing.

"Ini adalah hal paling gila yang pernah terjadi pada saya," ungkap Nemo saat konferensi pers.

Kemenangan Nemo di Eurovision adalah yang ketiga bagi Swiss, dan yang pertama sejak bintang Kanada Celine Dion menang menyanyi untuk negara Alpen itu pada tahun 1988 dengan "Ne Partez Pas Sans Moi".

Sorakan kegembiraan muncul di bar-bar di pusat kota Zurich ketika pemenangnya diumumkan, dan orang-orang Swiss yang bersuka ria ikut bernyanyi saat Nemo menyanyikan lagu kemenangan "The Code".

Baca juga: Seniman Irlandia Desak Peserta Eurovision 2024 Boikot Israel

"Menurut saya ini luar biasa, Nemo sungguh luar biasa," kata Maha Nater, seorang pekerja taman kanak-kanak berusia 24 tahun yang merayakan kemenangan di kota tersebut setelah menonton lomba maraton.

Salah satu bar karaoke mulai menyanyikan lagu "We Are The Champions" dari Queen ketika para pengunjung ikut bergabung.

Sementara itu, Baby Lasagna dari Kroasia, bernama asli Marko Purisic (28) berada di urutan kedua dengan "Rim Tim Tagi Dim".

Lagu itu bercerita tentang seorang pemuda yang meninggalkan rumah dan bercita-cita menjadi "anak kota" dengan peluang yang lebih baik.

Sedangkan Eden Golan (20) dari Israel, menempati posisi kelima dalam kontes tersebut meskipun ada seruan dari para demonstran untuk memboikot negara tersebut.

Ribuan pengunjuk rasa berkumpul di Malmo tengah menjelang final hari Sabtu, mengibarkan bendera Palestina dan meneriakkan "Eurovision dipersatukan oleh genosida", sebuah perubahan pada slogan resmi kontes tersebut "Disatukan oleh musik".

Beberapa ratus orang kemudian juga melakukan protes di luar tempat tersebut, meneriakkan "Eurovision, Anda tidak dapat bersembunyi, Anda mendukung genosida".

Baca juga: Heboh Disangka Pakai Narkoba, Rocker Italia Pemenang Eurovision Buktikan Dirinya Bersih

Para pengunjuk rasa telah menunjuk pada standar ganda ketika Uni Penyiaran Eropa melarang Rusia mengikuti Eurovision pada tahun 2022 karena invasi mereka ke Ukraina.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com