Paus Benediktus XVI Dikabarkan Sakit Parah, Vatikan Bersuara

Kompas.com - 04/08/2020, 16:34 WIB
Paus Benediktus XVI ketika menyelesaikan pertemuan publik terakhir di Lapangan Santo Petus, Vatikan, pada 27 Februari 2013. REUTERS/Alessandro BianchiPaus Benediktus XVI ketika menyelesaikan pertemuan publik terakhir di Lapangan Santo Petus, Vatikan, pada 27 Februari 2013.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Vatikan langsung merespons pemberitaan harian Jerman yang menyatakan bahwa Paus Benediktus XVI menderita sakit parah.

Semua berawal ketika penulis biografinya, Peter Seewald, mengungkapkan Sri Paus kondisinya menurun ketika dia mengunjunginya pada Sabtu (1/8/2020).

Seewald dilaporkan menemui Paus dengan nama asli Joseph Ratzinger tersebut untuk memberikan biografi yang sudah ditulisnya.

Baca juga: Paus Benediktus XVI Sakit Parah Usai Jenguk Kakaknya yang Meninggal

Kepada harian Bavaria Passauer Neue Presse, mengatakan bahwa Paus Benediktus XVI mengalami ruam saraf, infeksi yang sering terjadi pada orang berusia lanjut.

Seewald menuturkan, meski ingatan dan pikiran Paus masih tajam, suaranya hampir tidak terdengar, dilaporkan ABC News Selasa (4/8/2020).

Dia melanjutkan dari hasil pertemuannya itu, Paus Benediktus menyatakan dia berencana mengangkat pena lagi setelah sembuh.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Paus Benediktus dikabarkan mengalami sakit seusai mengunjungi kakaknya, Mgr Geor Ratzinger, di kampung halaman mereka di Bavaria.

Bapa Geor Ratzinger, yang dikenal sebagai pemimpin paduan suara sekaligus pemain organ, kemudian meninggal di usia 96 tahun.

Ini menjadi agenda Paus Emiritus itu di luar Italia sejak mengejutkan dunia pada 2013, di mana dia mengumumkan pengunduran diri.

Beberapa jam setelah kabar sakit parah itu muncul, Vatikan langsung memberikan klarifikasi bahwa sakit yang diderita tidak serius.

"Meski fakta bahwa seorang pria berusia 93 tahun mengalami rasa sakit yang amat sangat, tetapi penyakit beliau tidak serius," jelas kantor kepausan.

Sejak mundur tujuh tahun silam, setelah menjabat pada 2005, Paus Benediktus XVI tinggal di biara yang berlokasi di taman Vatikan.

Baca juga: Paus Benediktus XVI Sakit Parah, Suaranya Nyaris Tak Terdengar


Sumber ABCNews
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Tim Sepak Bola Nasional Myanmar Tak Mau Pulang, Cari Suaka di Jepang

Anggota Tim Sepak Bola Nasional Myanmar Tak Mau Pulang, Cari Suaka di Jepang

Global
Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Kisah Misteri: 5 Fakta Mengerikan Perang Waterloo yang Akhiri Kekuasaan Napoleon Bonaparte

Internasional
Kenapa Pemain Italia Suka Teriak Saat Nyanyi Lagu Kebangsaan? Ini Sejarahnya...

Kenapa Pemain Italia Suka Teriak Saat Nyanyi Lagu Kebangsaan? Ini Sejarahnya...

Global
1000 Lebih Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terserang Wabah Diare, 4 Orang Tewas

1000 Lebih Pengungsi Rohingya di Bangladesh Terserang Wabah Diare, 4 Orang Tewas

Global
Remaja Palestina Tewas Ditembak oleh Militer Israel dalam Bentrokan di Tepi Barat

Remaja Palestina Tewas Ditembak oleh Militer Israel dalam Bentrokan di Tepi Barat

Global
'Batu Permata' Misterius Ditemukan di Afrika Selatan, 1.000 Lebih Orang Berburu Harta

"Batu Permata" Misterius Ditemukan di Afrika Selatan, 1.000 Lebih Orang Berburu Harta

Global
Pakar: Biden dan Putin Tidak Akan Berteman meski Pertemuan 'Sangat Konstruktif'

Pakar: Biden dan Putin Tidak Akan Berteman meski Pertemuan "Sangat Konstruktif"

Global
AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

AS Vs China, dari Pandemi Covid-19 ke Ideologi

Global
Sopir Truk Tewas Ditikam akibat Melerai Perkelahian Istri Tetangga

Sopir Truk Tewas Ditikam akibat Melerai Perkelahian Istri Tetangga

Global
Merasa Tidak Bahagia dan Ingin Dipenjara, Seorang Pria Bunuh Orang Lain

Merasa Tidak Bahagia dan Ingin Dipenjara, Seorang Pria Bunuh Orang Lain

Global
China Mengaku Ada Kerusakan di Pembangkit Nuklir Taishan

China Mengaku Ada Kerusakan di Pembangkit Nuklir Taishan

Global
Einstein Prediksi Bagaimana Israel Bakal Jatuh, Begini Ramalannya...

Einstein Prediksi Bagaimana Israel Bakal Jatuh, Begini Ramalannya...

Global
Kebakaran di Sebuah Desa di Myanmar, 200-an Rumah Jadi Abu

Kebakaran di Sebuah Desa di Myanmar, 200-an Rumah Jadi Abu

Global
Lebih Memihak Amerika, Ini Perbedaan antara Biden dan Trump Setelah Bertemu Putin

Lebih Memihak Amerika, Ini Perbedaan antara Biden dan Trump Setelah Bertemu Putin

Global
Pengacara Perawat Maradona: Dokter yang Membunuh Sang Legenda

Pengacara Perawat Maradona: Dokter yang Membunuh Sang Legenda

Global
komentar
Close Ads X