Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Militer Israel Ambil Alih Kendali Penyeberangan Rafah dari Gaza ke Mesir, Ada Maksud Apa?

Kompas.com - 07/05/2024, 14:50 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP,Reuters

GAZA, KOMPAS.com - Militer Israel mengatakan telah mengambil alih kendali operasional atas penyeberangan perbatasan Rafah di sisi Palestina antara Gaza dan Mesir pada Selasa (7/5/2024).

"Tadi malam, pasukan IDF (Militer Israel) berhasil menguasai kendali operasional atas penyeberangan Rafah di sisi Gaza," kata pihak Militer. 

Militer Israel juga menyampaikan pasukannya sedang memindai daerah tersebut.

Baca juga: Setelah Perintahkan Warga Mengungsi, Israel Serang Rafah, Hal yang Dikhawatirkan Mulai Terjadi

"Saat ini apa yang terjadi, kami memiliki kendali operasional atas penyeberangan Rafah di sisi Gaza, dan kami memiliki pasukan khusus yang memindai daerah tersebut untuk menemukan infrastruktur teror tambahan atau teroris. Kami hanya berbicara tentang sisi Gaza dari penyeberangan Rafah," tambah mereka, dikutip dari AFP.

Militer Israel menambahkan pihaknya saat ini terlibat dalam operasi yang sangat terarah dan ruang lingkup yang sangat terbatas terhadap target-target yang sangat spesifik di Rafah timur.

"Sejumlah besar organisasi dan orang-orang di daerah yang kami beri pemberitahuan evakuasi kemarin (Senin, 6/5/2024) telah pindah ke zona yang lebih aman," sebut mereka.

Sejak dimulainya operasi di Rafah timur, Militer Israel mengeklaim telah menewaskan 20 militan.

Tuai kecaman

Sementara itu, otoritas Gaza mengecam tindakan Militer Israel mengambil alih kendali penyeberangan perbatasan Rafah.

Baca juga: Rafah, Kota Oasis di Sinai-Gaza yang Terbelah Perbatasan Kontroversial

“Pendudukan Israel telah menjatuhkan hukuman mati kepada penduduk Jalur Gaza setelah penutupan perbatasan Rafah,” kata Hisham Edwan, Juru Bicara Otoritas Penyeberangan Perbatasan Gaza.

Ia juga mengutuk kematian pasien kanker akibat runtuhnya sistem layanan kesehatan.

Seorang juru bicara otoritas perbatasan Gaza mengatakan kepada Reuters, bahwa penyeberangan Rafah, jalur utama bantuan ke daerah kantong yang hancur, ditutup karena kehadiran tank-tank Israel.

Radio Angkatan Darat Israel sebelumnya mengumumkan pasukannya berada di sana.

Israel telah mengancam akan melancarkan serangan besar-besaran di Rafah, yang dikatakannya menampung ribuan pejuang Hamas dan kemungkinan puluhan sandera.

Israel mengatakan, kemenangan tidak mungkin terjadi tanpa merebut Rafah.

Namun, beberapa pihak meminta Israel untuk tidak melakukannya, termasuk Amerika Serikat (AS).

Halaman:
Baca tentang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com