Paus Benediktus XVI Sakit Parah Usai Jenguk Kakaknya yang Meninggal

Kompas.com - 03/08/2020, 13:06 WIB
Paus Benediktus XVI ketika menyelesaikan pertemuan publik terakhir di Lapangan Santo Petus, Vatikan, pada 27 Februari 2013. REUTERS/Alessandro BianchiPaus Benediktus XVI ketika menyelesaikan pertemuan publik terakhir di Lapangan Santo Petus, Vatikan, pada 27 Februari 2013.

BERLIN, KOMPAS.com - Mantan Paus Benediktus XVI dilaporkan sakit parah setelah menjenguk kakaknya yang kemudian meninggal di Jerman pada Juni.

Kondisinya kini dikabarkan sangat lemah, menurut pemberitaan Passauer Neue Presse yang dikutip AFP, Senin (3/8/2020).

Bapa Suci dengan nama asli Joseph Ratzinger (93) itu menderita eritelas pada wajah dan serangkaian rasa sakit yang hebat, demikian laporan surat kabar tersebut yang mengutip Peter Seewald, penulis biografi sang mantan Paus.

Baca juga: Kakak Paus Benediktus XVI Meninggal di Usia 96 Tahun

"Menurut Seewald, Paus Emeritus sekarang sangat lemah. Dia masih berpikir dan mengingat dengan cepat, tetapi suaranya sulit didengar saat ini."

Seewald dilaporkan mengunjungi Paus Benediktus XVI di Roma pada Sabtu (1/8/2020) untuk menunjukkan biografinya.

"Pada pertemuan itu Paus Emeritus, meskipun sakit, optimistis, dan menyatakan bahwa kebugarannya meningkat lagi dan dia mungkin akan menulis lagi," tulis Passauer Neue Presse.

Baca juga: Paus Benediktus XVI Tuding Ada yang Berusaha Membungkam Dirinya

Paus yang bertakhta selama 2005-2013 itu menjenguk kakaknya, Georg Ratzinger, yang sakit di Jerman pada Juni.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Di Luar Dugaan, China Jalankan lebih dari 380 Fasilitas Penahanan di Xinjiang

Global
Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Rayakan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab Saudi, Houthi Pamer Uang dan Makanan

Global
Mulai Berani Pertanyakan Raja Thailand, Anak Muda Ini Jadi Sorotan

Mulai Berani Pertanyakan Raja Thailand, Anak Muda Ini Jadi Sorotan

Global
Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Botol Berisi Darah Paus Yohanes Paulus II di Gereja telah Dicuri

Global
Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Polisi Vietnam Gerebek 324.000 Kondom Bekas yang Dicuci dan Dijual Lagi

Global
Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Kim Jong Un Disebut Lolos Upaya Pembunuhan oleh Pengkhianat Korut pada 2018

Global
Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Kelompok Pembangkang Arab Saudi Bentuk Partai Politik Oposisi Raja Salman

Global
Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Polisi di India Terungkap Punya Kekayaan Rp 141,2 Triliun

Global
Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan 'Kejahatan', sebagai Balasan Kritikan

Iran Menuduh Arab Saudi Melimpahkan Tindakan "Kejahatan", sebagai Balasan Kritikan

Global
AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

AS Cari Cara untuk Jual Jet Tempur F-35 ke Uni Emirat Arab Tanpa Melukai Israel

Global
Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Kisah Misteri: Kematian Ganjil 9 Pendaki 'Dyatlov Pass'

Global
Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Raja Salman Kritik Habis-habisan Iran dalam Pidatonya di Sidang Umum PBB

Global
Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Global
Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Petugas Polisi Ditembak Massa dalam Unjuk Rasa Kasus Pembunuhan Breonna Taylor

Global
Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Pejabat Korea Selatan Ditembak Mati dan Dibakar Korea Utara Saat Hendak Membelot

Global
komentar
Close Ads X