Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ukraina Peringatkan, Situasi di Garis Depan Akan Memburuk pada Mei

Kompas.com - 22/04/2024, 20:14 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

KYIV, KOMPAS.com - Kepala intelijen militer Ukraina Kyrylo Budanov pada Senin (22/4/2024) mengatakan, situasi di garis depan perang Rusia-Ukraina kemungkinan akan terus memburuk dalam beberapa pekan mendatang.

Perkiraannya berdasarkan pasukan Ukraina yang kalah jumlah persenjataan dan kini kesulitan menahan serangan Rusia.

“Menurut kami, situasi yang agak sulit menanti kami dalam waktu dekat,” kata Budanov kepada BBC di Ukraina, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga: Ukraina Serang Kapal Penyelamat Rusia di Crimea

“Tetapi ini bukan bencana besar dan kita perlu memahaminya. Armageddon (kehancuran) tidak akan terjadi, seperti yang dikatakan banyak orang saat ini,” lanjutnya.

“Tetapi akan ada masalah mulai pertengahan Mei. Saya berbicara tentang garis depan khususnya… Ini akan menjadi periode yang sulit pada pertengahan Mei, awal Juni,” imbuh Budanov.

Rusia dalam beberapa pekan terakhir rutin mengeklaim kemajuan baru di Ukraina timur.

Pada Senin, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukannya merebut desa Novomykhailivka, sekitar 20 kilometer jauhnya dari Vugledar.

Mereka mengumumkan kemajuan lainnya di dekat Kota Chasiv Yar pada akhir pekan lalu.

Baca juga:

Menguasai kawasan strategis Chasiv Yar akan membuka jalan bagi Rusia menuju kota-kota penting lainnya di wilayah Donbass di Ukraina timur.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukan Rusia ingin merebut Chasiv Yar pada 9 Mei ketika Kremlin memperingati kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Baca juga: Begitu Dinanti Ukraina, DPR AS Akhirnya Setujui Bantuan Militer Rp 989 Triliun

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Hari Ini, Irlandia dan Norwegia Akan Mengakui Negara Palestina Secara Resmi

Global
Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Pecah Rekor Lagi, Pendaki Nepal Kami Rita Sherpa Capai Puncak Everest 30 Kali

Global
Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Presiden Iran Meninggal, Puluhan Ribu Orang Hadiri Pemakaman Ebrahim Raisi

Global
Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Rangkuman Hari Ke-818 Serangan Rusia ke Ukraina: 3.000 Napi Ukraina Ingin Gabung Militer | 14.000 Orang Mengungsi dari Kharkiv 

Global
Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Belum Cukup Umur, Remaja 17 Tahun di India Pilih Partai PM Modi 8 Kali di Pemilu

Global
Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Menlu AS Tuding ICC Hambat Gencatan Senjata Perang Israel-Hamas

Global
Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Menteri Keamanan To Lam Resmi Terpilih Jadi Presiden Vietnam

Global
Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Anggota Kabinet Perang Israel Ron Dermer Sebut Tak Ada Kelaparan di Gaza, Kok Bisa? 

Global
Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Internasional
6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

6 Fakta soal Helikopter Presiden Iran, Termasuk Buatan AS dan Sudah Usang

Global
Rusia Umumkan Mulai Latihan Peluncuran Senjata Nuklir Taktis

Rusia Umumkan Mulai Latihan Peluncuran Senjata Nuklir Taktis

Global
Penumpang yang Tewas dalam Singapore Airlines Berencana Berlibur ke Indonesia

Penumpang yang Tewas dalam Singapore Airlines Berencana Berlibur ke Indonesia

Global
[POPULER GLOBAL] Singapore Airlines Turbulensi Parah | Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

[POPULER GLOBAL] Singapore Airlines Turbulensi Parah | Hasil Penyelidikan Awal Kecelakaan Helikopter Presiden Iran

Global
Presiden Iran Meninggal, Turkiye Adakan Hari Berkabung

Presiden Iran Meninggal, Turkiye Adakan Hari Berkabung

Global
Saat Pesawat Singapore Airlines Menukik 6.000 Kaki dalam 3 Menit...

Saat Pesawat Singapore Airlines Menukik 6.000 Kaki dalam 3 Menit...

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com