Jika TikTok Tak Dijual ke AS dalam 6 Minggu, Begini Ancaman Trump

Kompas.com - 04/08/2020, 15:40 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pemilik restoran dan pelaku industri selama rapat penanganan virus corona di Ruang Jamuan Gedung Putih, Washington, pada 18 Mei 2020. REUTERS/LEAH MILLISPresiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara dengan pemilik restoran dan pelaku industri selama rapat penanganan virus corona di Ruang Jamuan Gedung Putih, Washington, pada 18 Mei 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat ( AS) Donald Trump mengancam TikTok akan berhenti sepenuhnya di AS, apabila operasionalnya tidak dijual ke AS dalam 6 minggu.

Trump juga berkata pemerintah "Negeri Paman Sam" harus dapat keuntungan dari hasil penjualan itu.

"Itu harus jadi perusahaan Amerika... Itu harus dikelola di sini," kata Trump.

"Kami tidak mau ada masalah dengan keamanan," ucapnya dikutip dari AFP Selasa (4/8/2020).

Baca juga: TikTok Hendak Diblokir AS, 20 Influencer Marah-marah ke Trump

Trump mengatakan, Microsoft sedang dalam pembicaraan untuk membeli TikTok yang memiliki sekitar 1 miliar pengguna di seluruh dunia.

Akan tetapi menurut para pejabat AS, aplikasi itu adalah risiko keamanan nasional karena bisa membocorkan jutaan data pengguna di AS ke intel China.

Presiden ke-45 AS itu lalu memberi ultimatum ke ByteDance selaku perusahaan induk TikTok di China, bahwa mereka punya waktu hingga pertengahan September untuk menyetujui penjualan.

"Saya menetapkan tanggal sekitar 15 September, yang jika lebih dari itu akan berhenti sepenuhnya di AS," katanya.

Baca juga: Trump Ingin Pemerintah AS Dapat Bagian dari Pembelian TikTok

Ada pun harganya, katanya, "AS harus dapat persentase yang sangat besar dari harga itu karena kami yang memungkinkannya."

"TikTok adalah kesuksesan besar, tetapi sebagian besar dari bagiannya ada di negara ini. Saya pikir itu sangat adil."

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muak Sering Masuk Bengkel, Vlogger Ini Bakar Sedan Mewah Senilai 2 Miliar

Muak Sering Masuk Bengkel, Vlogger Ini Bakar Sedan Mewah Senilai 2 Miliar

Global
[Biografi Tokoh Dunia] Marco van Basten, Durasi Singkat Si Mesin Gol Dahsyat

[Biografi Tokoh Dunia] Marco van Basten, Durasi Singkat Si Mesin Gol Dahsyat

Global
Perancis 'Terjebak' dalam Pusaran Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Perancis "Terjebak" dalam Pusaran Kontroversi Kartun Nabi Muhammad

Global
Pasca-gempa di Turki, Orang-orang Berharap Anggota Keluarganya Selamat

Pasca-gempa di Turki, Orang-orang Berharap Anggota Keluarganya Selamat

Global
Pria Ini Siksa Teman hingga Tewas karena Menolak Diajak Minum-minum

Pria Ini Siksa Teman hingga Tewas karena Menolak Diajak Minum-minum

Global
Video Viral Mobil Sedan Terobos Masuk Masjidil Haram dan Tabrak Gate 89

Video Viral Mobil Sedan Terobos Masuk Masjidil Haram dan Tabrak Gate 89

Global
Sempat Jadi Pusat Pandemi, Wuhan Kini Incaran Turis

Sempat Jadi Pusat Pandemi, Wuhan Kini Incaran Turis

Global
Kebijakan Israel Jadikan 741 Warga Palestina Tunawisma di Tengah Pandemi Covid-19

Kebijakan Israel Jadikan 741 Warga Palestina Tunawisma di Tengah Pandemi Covid-19

Global
Sebelum Beraksi, Pelaku Teror Gereja Perancis Sempat Telepon Keluarga

Sebelum Beraksi, Pelaku Teror Gereja Perancis Sempat Telepon Keluarga

Global
Tak Mau Gencatan Senjata, Ini yang Dijanjikan Azerbaijan-Armenia

Tak Mau Gencatan Senjata, Ini yang Dijanjikan Azerbaijan-Armenia

Global
Sedikitnya 22 Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Turki dan Yunani

Sedikitnya 22 Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Turki dan Yunani

Global
Keluarga Pelaku Teror di Perancis: Kami Ingin Bukti, jika Benar, Hukum Dia

Keluarga Pelaku Teror di Perancis: Kami Ingin Bukti, jika Benar, Hukum Dia

Global
Warga Perancis Marah menjadi Target Serangan Terorisme

Warga Perancis Marah menjadi Target Serangan Terorisme

Global
Pasca-serangan Teror, Warga Letakkan Bunga dan Lilin di Depan Gereja Notre-Dame

Pasca-serangan Teror, Warga Letakkan Bunga dan Lilin di Depan Gereja Notre-Dame

Global
[POPULER GLOBAL] Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis | Militer Taiwan Gelar Ikatan Sipil Sesama Jenis Pertama

[POPULER GLOBAL] Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis | Militer Taiwan Gelar Ikatan Sipil Sesama Jenis Pertama

Global
komentar
Close Ads X