Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Disebut Hentikan Pengiriman 3.500 Bom ke Israel karena Kekhawatiran akan Serangan ke Rafah

Kompas.com - 08/05/2024, 10:17 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat disebut telah menghentikan sementara pengiriman bom ke Israel.

Hal itu terjadi setelah negara yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu itu gagal mengatasi kekhawatiran AS atas rencananya untuk menginvasi Kota Rafah di Gaza selatan.

"Kami telah menghentikan sebuah pengiriman senjata pekan lalu. Terdiri dari 1.800 bom seberat 2.000 pon (907 kg) dan 1.700 bom seberat 500 pon (226 kg)," kata pejabat senior Pemerintahan Biden yang tidak mau disebutkan namanya, sebagaimana dilansir Kantor berita AFP.

Baca juga: Kabinet Perang Israel Putuskan Lanjutkan Operasi di Rafah Gaza meski Dikecam Internasional

Sebelumnya, sejumlah anggota DPR dan Senat dari Partai Demokrat AS sempat mendesak Presiden Joe Biden untuk mempertimbangkan penghentian penjualan senjata ke Israel jika negara itu tidak mengubah perilaku perangnya melawan Hamas.

Kehadiran sebuah surat yang ditandatangani oleh 88 anggota Kongres dari Partai Demokrat pada Jumat (3/5/2024) dan dikirim ke Gedung Putih telah meningkatkan tekanan pada Biden untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Israel, sekutu setia AS.

Para anggota parlemen tersebut menyuarakan keprihatinan serius terkait perilaku pemerintah Israel dalam perang di Gaza yang berkaitan dengan penahanan bantuan kemanusiaan yang disengaja.

"Pembatasan Israel terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan yang didukung oleh AS di Gaza telah berkontribusi pada bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata surat itu.

Para anggota parlemen mendesak Biden untuk menjelaskan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa setiap halangan terhadap pengiriman bantuan ke Gaza dapat mempertaruhkan kelayakannya untuk mendapatkan bantuan keamanan ofensif lebih lanjut dari Amerika Serikat.

Baca juga: Israel Didesak Buka Kembali Penyeberangan Rafah Gaza, AS Ikut Bersuara

Surat tersebut mengatakan bahwa penghentian pendanaan AS tidak boleh mencakup sistem pertahanan rudal seperti Iron Dome.

"Kami terus mendukung dengan kuat penyediaan dana pertahanan yang menyelamatkan nyawa bagi Israel," kata surat itu.

Mereka yang menandatangani surat tersebut termasuk anggota Partai Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata DPR dan Komite Urusan Luar Negeri.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Serangan Drone Sebabkan Kebakaran di Tangki Minyak Rusia, Ukraina Belum Klaim

Global
Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Nasib Para Ibu Tunggal Afghanistan di Bawah Pemerintahan Taliban

Internasional
Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Ketahuan Mencontek Pakai Alat AI Canggih, Mahasiswa Turkiye Ditangkap

Global
Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang, Apa Dampaknya?

Internasional
Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Terapi Telan Ikan Mentah di Hyderabad India untuk Obati Asma

Global
Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Argentina Bongkar Panel Surya yang Salah Dipasang di Sisi Perbatasan Chile

Global
Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Rusia Mulai Latihan Angkatan Laut di Pasifik, Dekat Korea Selatan dan Jepang

Global
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Didakwa Menghina Kerajaan

Global
Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Rangkuman Hari Ke-845 Serangan Rusia ke Ukraina: Jabatan di Kemenhan | Rusia Terus Maju dan Serang

Global
AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

Global
Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Ahli Bedah AS Minta Platform Media Sosial Diberi Peringatan seperti Bungkus Rokok

Global
Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Seperti Ini Suasana Pemakaman 2 Warga Sipil Lebanon Korban Perang

Global
Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Kritik Israel, Dua Lipa: Demi Kebaikan Lebih Besar, Saya Ambil Risiko

Global
Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Negosiator Israel: Puluhan Sandera di Gaza Masih Hidup

Global
Thailand Segera Jadi Negara Asia Tenggara Pertama Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Thailand Segera Jadi Negara Asia Tenggara Pertama Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com