Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Kompas.com - 11/05/2024, 10:06 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

 

GAZA, KOMPAS.com - Jumlah korban tewas di Gaza akibat serangan Israel terus bertambah.

Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas pada Jumat (10/5/2024) mengatakan, sedikitnya 34.943 orang telah tewas di wilayah Palestina selama perang antara Israel dan kelompok Hamas.

Penghitungan tersebut termasuk setidaknya 39 kematian dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Di Sidang Mahkamah Internasional, Jerman Akui Ekspor Senjata ke Israel, Apa Alasannya?

Sementara itu, Kementerian itu menambahkan bahwa serangan Israel sejak Oktober lalu telah menyebabkan setidaknya 78.572 orang terluka di Gaza.

Afrika Selatan desak Mahkamah Internasional perintahkan Israel angkat kaki dari Rafah

Terpisah, Afrika Selatan pada Jumat meminta langkah-langkah darurat baru dari Mahkamah Internasional (IJC) untuk melawan Israel atas serangan terbarunya terhadap kota Rafah di Gaza.

Ini adalah ketiga kalinya Afrika Selatan meminta tindakan ekstra terhadap Israel atas perang Gaza sejak mengajukan permohonan pertama pada bulan Desember.

Israel telah mengutuk tuduhan Afrika Selatan bahwa mereka telah melancarkan "genosida" terhadap wilayah Palestina.

Permohonan Afrika Selatan menyatakan, operasi Israel terhadap Rafah menimbulkan risiko ekstrem terhadap pasokan kemanusiaan dan layanan dasar ke Gaza, terhadap kelangsungan hidup sistem medis Palestina, dan terhadap kelangsungan hidup warga Palestina di Gaza sebagai sebuah kelompok.

Baca juga: Nikaragua Seret Jerman ke Mahkamah Internasional, Tuding Fasilitasi Genosida Israel di Gaza

Permohonan tersebut menuduh Israel melakukan pelanggaran terus menerus terhadap Konvensi Genosida.

Sebagaimana dilansir Kantor berita AFP, Afrika Selatan menuding Israel telah "menghina" hukum internasional dan menyerukan kepada Mahkamah Internasional untuk memerintahkan Israel untuk segera menarik diri dan menghentikan serangan militernya di Rafah.

Afrika Selatan juga menuntut agar Israel memberikan akses tanpa hambatan ke Gaza kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan kelompok-kelompok lain yang memberikan bantuan kemanusiaan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan Rafah diperlukan untuk menuntaskan kekalahan Hamas.

Rafah dijejali dengan ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi dan hidup dalam kondisi yang memprihatinkan, dan telah ada peringatan bahwa serangan darat Israel akan memicu bencana kemanusiaan bagi warga sipil.

Pada Januari, ICJ meminta Israel untuk mencegah tindakan genosida setelah permintaan awal Afrika Selatan untuk tindakan internasional.

Mahkamah Internasional menolak permohonan Afrika Selatan yang kedua untuk tindakan darurat atas ancaman Israel untuk menyerang Rafah. Afrika Selatan mengajukan permohonan baru pada awal Maret.

Baca juga: Mahkamah Internasional Perintahkan Israel Pastikan Bantuan Kemanusiaan Sampai Gaza 

Pengadilan PBB menyelesaikan perselisihan antar negara. Perintahnya mengikat tetapi tidak ada mekanisme penegakan hukum. Pengadilan telah memerintahkan Rusia untuk menghentikan perangnya melawan Ukraina.  

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com