AS Cari Jalur Darat untuk Lanjutkan Evakuasi di Afghanistan

Kompas.com - 02/09/2021, 07:26 WIB
Orang-orang menunggu untuk dapat diberangkatkan dengan pesawat saat mereka berebut untuk melarikan diri ke luar negeri, di Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). Bandara Kabul dilanda kekacauan ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari Taliban yang dilaporkan segera menguasai penuh Afghanistan. AFP/WAKIL KOHSAROrang-orang menunggu untuk dapat diberangkatkan dengan pesawat saat mereka berebut untuk melarikan diri ke luar negeri, di Bandara Kabul, Afghanistan, Senin (16/8/2021). Bandara Kabul dilanda kekacauan ketika ribuan orang mencoba melarikan diri dari Taliban yang dilaporkan segera menguasai penuh Afghanistan.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat mencari cara untuk melanjutkan evakuasi warga Amerika dan Afghanistan yang ingin keluar dari negara itu melalui jalur darat.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan pemerintahan Joe Biden terlibat dalam "pekerjaan diplomatik intensif yang sedang berlangsung" untuk membantu warga AS dan sekutu Afghanistan yang ingin meninggalkan Afghanistan setelah Taliban mengambil alih negara itu.

“Kami mencari semua opsi yang mungkin, jalur udara, jalur darat untuk terus menemukan cara bagi mereka, untuk membantu evakuasi dan mendukung mereka dalam hal itu,” katanya dalam jumpa pers, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Mantan Jenderal AS Bocorkan Kelemahan Operasi Terakhir AS di Afghanistan

Dia mengatakan "prioritas utama" pemerintah adalah mengeluarkan 100 hingga 200 warga AS yang tersisa dari negara itu.

Nuland menolak untuk membagikan rincian tentang kemungkinan rute darat untuk meminimalkan potensi risiko bagi orang-orang yang mungkin harus mengambilnya.

Sementara itu, Nuland menyambut baik upaya Qatar dan Turki untuk membuka kembali bandara Kabul berkoordinasi dengan Taliban.

"Mereka memiliki proyeksi yang relatif optimis tentang kapan itu akan terjadi, tetapi kita perlu melihat itu terjadi dengan jelas," katanya kepada wartawan.

Baca juga: Pensiunan Jenderal AS Sebut Amerika Pasti Harus Kembali ke Afghanistan

Pada Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Ned Price juga mengatakan Washington sepenuhnya mendukung upaya untuk membuka kembali bandara di Kabul, yang akan memungkinkan warga AS meninggalkan Afghanistan dan memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.

"Turki dan Qatar bersama dengan pasukan di lapangan bekerja secepat mungkin untuk membuka kembali bandara sipil," kata Price.

“Ini adalah upaya yang terus kami dukung dengan segala cara yang kami bisa karena kami percaya ini penting untuk kepentingan kami sendiri,” lanjutnya.

AS secara resmi mengumumkan akhir dari kehadiran militernya selama 20 tahun di Afghanistan pada Senin (30/9/2021) setelah mengevakuasi lebih dari 120.000 orang, termasuk 6.000 warga Amerika, sejak pertengahan Agustus.

Baca juga: Kritik AS dan Sekutu Barat terkait Afghanistan, Paus Fransiskus Kutip Ucapan Putin

"Saya tidak akan memperpanjang perang abadi,” Presiden Joe Biden mengatakan pada Selasa (31/8/2021) dalam membela penarikan pasukan AS.

“Keputusan untuk mengakhiri operasi pengangkatan militer di bandara Kabul didasarkan pada rekomendasi bulat dari penasihat sipil dan militer saya,” ujarnya.

Biden telah menghadapi kritik dari sekutu AS dan legislator Republik atas penarikan pasukan militer pada awal Agustus, sebelum agresi keras dilakukan Taliban hingga dengan kilat merebut Afghanistan.

Kecaman semakin besar menghantam Biden ketika kekacauan terjadi di bandara Kabul, beberapa warga Afghanistan tewas dalam usaha mendapatkan penerbangan evakuasi karena takut akan penindasan Taliban.

Dua hari setelah penerbangan terakhir AS dari bandara Kabul, pejabat Kementerian Pertahanan dan Pentagon mengatakan Washington juga fokus pada pemindahan pengungsi dari akomodasi sementara ke pemukiman permanen di AS atau negara lain.

Baca juga: Pendukung Taliban Mengarak Peti Mati Dibungkus Bendera AS Setelah Pasukan Asing Pergi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa di 2 Negara Bagian Australia Ini Akan Dites Covid-19 Sepekan 2 Kali

Siswa di 2 Negara Bagian Australia Ini Akan Dites Covid-19 Sepekan 2 Kali

Global
Pengakuan Salimah yang Pilih Pulang ke Indonesia dan Tinggalkan Rohana Sejak Bayi di Malaysia

Pengakuan Salimah yang Pilih Pulang ke Indonesia dan Tinggalkan Rohana Sejak Bayi di Malaysia

Global
Bintang Tik Tok Umur 36 Tahun Punya 11 Anak, Masih Ingin Tambah 5 Lagi

Bintang Tik Tok Umur 36 Tahun Punya 11 Anak, Masih Ingin Tambah 5 Lagi

Global
Akuarium Mangkuk Berhenti Dijual di Perancis, Disebut Bikin Ikan Cepat Mati

Akuarium Mangkuk Berhenti Dijual di Perancis, Disebut Bikin Ikan Cepat Mati

Global
Gurun Pasir Arab Saudi Berubah Warna Setelah Badai Hujan Es Langka Menerjang

Gurun Pasir Arab Saudi Berubah Warna Setelah Badai Hujan Es Langka Menerjang

Global
China Kembali Terapkan Tes Covid-19 Swab Anal Jelang Olimpiade Musim Dingin

China Kembali Terapkan Tes Covid-19 Swab Anal Jelang Olimpiade Musim Dingin

Global
AS Perintahkan Keluarga Personel Kedutaan Besar Keluar dari Ukraina Segera

AS Perintahkan Keluarga Personel Kedutaan Besar Keluar dari Ukraina Segera

Global
Seorang Pria Ditemukan Tewas dengan 124 Ular di Sekelilingnya

Seorang Pria Ditemukan Tewas dengan 124 Ular di Sekelilingnya

Global
Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan terhadap Delta dan Omicron hingga 90 Persen

Dosis Ketiga Vaksin Covid-19 Beri Perlindungan terhadap Delta dan Omicron hingga 90 Persen

Global
UNIK GLOBAL: Wanita Melahirkan 10 Bayi Kembar | Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat

UNIK GLOBAL: Wanita Melahirkan 10 Bayi Kembar | Cerita Warga UEA Kali Pertama Kerja Hari Jumat

Global
Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Terbang lewat Jambi, Pilot Ini Pecahkan Rekor Keliling Dunia Sendirian Naik Pesawat

Global
Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Curiga Pacar Selingkuh, Perempuan Ini Bakar Apartemen Tewaskan 46 Orang, lalu Dihukum Mati

Global
Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini 'Resign' lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Cuti untuk Bulan Madu Ditolak, Pria Ini "Resign" lalu Dapat Gaji Lebih Tinggi di Kantor Pesaing

Global
Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Inggris Akan Potong Pengumuman di Pengeras Suara Kereta agar Lebih Tenang

Global
Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Misterius pada 1945 Ditemukan di Pedalaman Himalaya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.