Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pejabat UE dan Perancis Kecam Israel Perintahkan Warga Rafah Mengungsi, Ini Alasannya

Kompas.com - 06/05/2024, 20:42 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

BRUSSEL, KOMPAS.com - Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell pada Senin (6/5/2024) mengutuk perintah Israel kepada warga Palestina untuk meninggalkan Kota Rafah di Gaza selatan.

Perintah itu datang di tengah kekhawatiran bahwa Israel akan meluncurkan serangan darat ke daerah tersebut.

"Perintah evakuasi Israel terhadap warga sipil di Rafah menandakan hal yang terburuk: lebih banyak perang dan kelaparan. Ini tidak dapat diterima. Israel harus membatalkan serangan darat," tulis Borrell di X.

Baca juga: Setelah Perintahkan Warga Mengungsi, Israel Serang Rafah, Hal yang Dikhawatirkan Mulai Terjadi

"Uni Eropa, dengan Komunitas Internasional, dapat dan harus bertindak untuk mencegah skenario seperti itu," tambahnya, sebagaimana dikutip dari AFP.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell. Dia pada Selasa (23/5/2023) mengatakan, Uni Eropa telah memasok Ukraina dengan lebih dari 200.000 peluru artileri dan 1.000 rudal melalui sebuah program untuk segera mengirimkan amunisi yang dibutuhkan ke Kyiv.Komisi Eropa Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell. Dia pada Selasa (23/5/2023) mengatakan, Uni Eropa telah memasok Ukraina dengan lebih dari 200.000 peluru artileri dan 1.000 rudal melalui sebuah program untuk segera mengirimkan amunisi yang dibutuhkan ke Kyiv.

Militer Israel sebelumnya pada Senin mengatakan kepada warga Gaza yang tinggal di Rafah timur untuk pergi ke wilayah yang disebutnya sebagai "area kemanusiaan yang diperluas".

Sementara itu, Perancis pada Senin juga menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap upaya Israel mendorong warga Rafah mengungsi maupun rencana untuk menyerang kota tersebut.

“Perancis menegaskan kembali bahwa kami sangat menentang serangan Israel di Rafah, di mana lebih dari 1,3 juta orang mengungsi dalam situasi yang sangat sulit,” kata Kementerian Luar Negeri Perancis dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Meski Rafah Dievakuasi, Hamas Tetap Lanjutkan Perundingan Gencatan Senjata

“Pengungsian paksa penduduk sipil merupakan kejahatan perang,” tambahnya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com