Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Kompas.com - 11/05/2024, 18:00 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

MOSKWA, KOMPAS.com - Pada malam tanggal 27 April, Stanislav Netesov diserang oleh penyerang tak dikenal di halte bus di pusat kota Moskwa saat dia kembali dari kerja.

Ponselnya dicuri dan giginya tanggal, tetapi ketika dia pergi ke Kementerian Dalam Negeri di distrik Tverskoy keesokan harinya untuk melaporkan kejahatan tersebut, dia terkejut.

Alih-alih memberinya bantuan, pihak berwenang lebih tertarik dengan warna rambutnya.

Baca juga: Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Netesov mengecat rambutnya menjadi kuning, biru, dan hijau yang dianggap polisi sebagai simbol Ukraina dan merupakan pelanggaran terhadap tentara Rusia. Hal ini tentu saja dapat dihukum.

Dilansir dari Oddity Central, berbicara dengan OVD-Info, Stanislav Netesov mengatakan bahwa polisi membuat laporan tentangnya atas kejahatan nyelenehnya, mengambil sidik jarinya, dan memberinya surat panggilan ke kantor pendaftaran militer.

Polisi menyebut akan memaksanya untuk mencium tanah di parit.

Pengadilan Rusia mengakui setiap pernyataan yang dianggap anti-perang sebagai tindakan yang mendiskreditkan tentara.

Ini jadi kejahatan yang dapat didenda hingga 50.000 rubel dan hukuman hingga lima tahun penjara jika melakukan pelanggaran berulang kali.

Tercatat 8.628 protokol telah dikeluarkan berdasarkan artikel Kode Pelanggaran Administratif tentang mendiskreditkan tentara antara tahun 2022 dan 2023 di Rusia.

Musim panas lalu, pengadilan di Penza mendenda pensiunan Nikolai Gutsenovich 100 ribu rubel karena mendiskreditkan tentara Rusia dengan menyukai postingan media sosial yang menggambarkan tindakan militer Rusia secara negatif.

Baca juga: Ukraina Lakukan Serangan Drone Terjauh di Rusia, 1.200 Km dari Perbatasan, Hantam Kilang Minyak

Postingan ini ditampilkan di halamannya di jejaring sosial dan dapat dilihat orang dalam jumlah tidak terbatas.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com