Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

Kompas.com - 11/05/2024, 14:07 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber Antara

BEIJING, KOMPAS.com - Program Memori Dunia bagian Asia Pasifik (Memory of the World Regional Committee for Asia and the Pacific atau MOWCAP) memasukkan tiga warisan dokumenter Indonesia ke dalam daftar register regional MOWCAP Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Ketiga warisan dokumenter tersebut, yakni:

  1. Arsip Indarung I Semen Padang sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara yang diajukan oleh PT Semen Padang
  2. Arsip Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia tahun 1887-1986 yang diajukan oleh pemerintah provinsi Jawa Timur dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI)
  3. Manuskrip Tambo Tuanku Imam Bonjol yang diusulkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan pemerintah provinsi Sumatera Barat

Baca juga: Atas Usul Indonesia, UNESCO Akui Idul Fitri dan Idul Adha Jadi Hari Besar Keagamaan

"Arsip PT Semen Padang formatnya adalah kertas, foto dan peta. Sedangkan arsip Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia berbentuk kertas dan foto sementara naskah Tambo Tuanku Imam Bonjol berbentuk buku yang ditulis di atas kertas pada 1841 oleh anaknya," kata Plt. Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Imam Gunarto pada Jumat (10/5/2024), sebagaimana diberitakan Antara.

Keputusan tiga warisan dokumenter Indonesia masuk ke daftar register regional MOWCAP berdasarkan Pertemuan Umum ke-10 MOWCAP yang berlangsung di Ulan Bator, Mongolia pada 6-10 Mei 2024 yang dihadiri langsung oleh Imam Gunarto.

"Manfaatnya bagi Indonesia adalah peradaban kita diakusi secara internasional sebagai bagian yang menjadi memori dunia dan dapat dimanfaatkan sebagai diplomasi internasional," tambah Imam.

Untuk arsip Indarung I Semen Padang sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara, menurut Imam berisi bagaimana pendirian dan operasionalisasi PT Semen Padang sebagai pabrik semen pertama di Asia Tenggara pada 1920 sehingga berperan dalam pembangunan infrastruktur.

Baca juga: UNESCO Masukkan Buka Puasa sebagai Warisan Budaya Takbenda

"Semen yang dihasilkan bukan hanya digunakan oleh Hindia Belanda saat itu, melainkan juga diekspor ke negara lain di kawasan Asia Pasifik. Karena perannya di kawasan itu maka arsip Semen Padang punya nilai signifikansi sejarah perkembangan infrastruktur dan perekonomian pada masa Hindia Belanda," ungkap Imam.

Arsip kedua adalah penelitian gula pada 1886 yang menceritakan hama terhadap tanaman tebu di dunia saat itu.

"Ada riset internasional di Jawa Timur, yaitu di Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia untuk menjadikan tanaman tebu tahan terhadap hama. Hasil dari riset tersebut berhasil membangkitkan perekonomian berbagai negara penghasil gula yang tadinya bangkrut karena hama jadi bangkit kembali pada akhir abad ke-19 sampai awal kemerdekaan Indonesia," jelas Imam.

Arsip ketiga adalah manuskrip Tambo Tuanku Imam Bonjol yang menceritakan Perang Padri 1803-1837 berisi ajaran anti-peperangan, rekonsiliasi dan lainnya yang ditulis anak dari Tuanku Imam Bonjol.

"Indonesia mengajukan tiga nominasi dan ketiga-tiganya berhasil disetujui untuk masuk dalam daftar Memori Dunia," tambah Imam.

Selain Indonesia, ada negara-negara lain yang ikut mengajukan termasuk China dan India yang juga mendapatkan tiga pengakuan, sedangkan negara lain ada ada yang mendapatkan 1-2 pengakuan.

Baca juga: KBRI Rabat Pastikan Seluruh WNI Selamat dari Gempa Maroko, Termasuk 70 Peserta Konferensi UNESCO

Adapun untuk China tiga warisan dokumenter yang masuk dalam dProgram Memori Dunia bagian Asia Pasifik adalah arsip-arsip yang berkaitan dengan kedai-kedai teh tradisional di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya; catatan silsilah masyarakat Huizhou di Provinsi Anhui di China timur; dan balok-balok cetak kayu yang tersimpan di Rumah Percetakan Dege Sutra di Sichuan.

Dalam pertemuan tersebut, Imam Gunarto juga terpilih sebagai "Vice Chair" MOWCAP periode 2024 – 2028.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Biden dan Trump Sepakati Aturan Debat Pertama Pilpres AS 2024, Termasuk Tak Boleh Bawa Catatan

Global
1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

1,5 Juta Jemaah Haji Serbu Padang Arafah untuk Wukuf di Tengah Cuaca Ekstrem

Global
Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia yang Langgar Wilayah Udara

Global
Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kamal Ismail, Arsitek yang Tolak Dibayar Usai Perluas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Global
Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Penampilan Publik Perdana Kate Middleton sejak Didiagnosis Kanker

Global
Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Tzav 9, Kelompok Warga Israel yang Rutin Blokir, Jarah, dan Bakar Bantuan untuk Gaza

Global
Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Ukraina Serang Perbatasan, 5 Warga Rusia Tewas

Global
Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Korut Bangun Jalan dan Tembok di Zona Demiliterisasi

Global
Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Di Gaza Utara Bawang Sekilo Rp 1,1 Juta, Warga Pilih Makan Roti

Global
WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

WHO: Pasien Flu Burung di Meksiko Meninggal karena Kondisi Lain

Global
Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Tak Terima Diremehkan, Wanita Ini Resign Lalu Kuliah Lagi, Kini Kembali Bekerja dengan Gaji 2 Kali Lipat

Global
Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Rangkuman Hari Ke-842 Serangan Rusia ke Ukraina: Kiriman Paket Bantuan Militer Jerman | Ultimatum Putin Dibalas Zelensky

Global
1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

1,5 Juta Lebih Jemaah Menuju Arafah untuk Prosesi Wukuf

Global
Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Militer AS Hancurkan Radar dan Drone Kapal Houthi

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com