Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Biden Akan Bicara ke Netanyahu Usai Israel Perintahkan Warga Rafah Mengungsi

Kompas.com - 06/05/2024, 20:57 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Gedung Putih menyebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (6/5/2024) ini, setelah Militer Israel menyerukan agar warga Palestina mengungsi dari Rafah timur.

Pengumuman Israel ini muncul meski Washington telah berulangkali mengatakan tidak mendukung invasi ke Rafah tanpa rencana penuh untuk membantu warga sipil yang berlindung di sana.

Pembicaraan tentang gencatan senjata padahal juga sedang berlangsung dengan kelompok Hamas.

Baca juga: Pejabat UE dan Perancis Kecam Israel Perintahkan Warga Rafah Mengungsi, Ini Alasannya

"Kami tidak dapat berbicara mewakili operasi IDF. Kami telah menjelaskan pandangan kami mengenai invasi darat besar-besaran ke Rafah kepada pemerintah Israel, dan presiden akan berbicara dengan perdana menteri hari ini," kata Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS kepada AFP.

"Kami terus percaya bahwa kesepakatan pembebasan sandera adalah cara terbaik untuk menyelamatkan nyawa para sandera, dan menghindari invasi ke Rafah, di mana lebih dari satu juta orang berlindung. Pembicaraan itu sedang berlangsung sekarang," tambahnya.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat tiba di Bandara Internasional Ben Gurion, di Tel Aviv, Rabu, 18 Oktober 2023.AP PHOTO/EVAN VUCCI via VOA INDONESIA Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden disambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat tiba di Bandara Internasional Ben Gurion, di Tel Aviv, Rabu, 18 Oktober 2023.

Militer Israel seperti diketahui telah menyerukan evakuasi warga Palestina dari Rafah timur menyusul serangan roket oleh Hamas di daerah perbatasan antara Gaza dan Israel yang menewaskan empat tentara Israel.

Kepala Urusan Luar Negeri Uni Eropa (UE) Josep Borrell telah mengutuk perintah Israel kepada warga Palestina untuk meninggalkan Kota Rafah itu.

"Perintah evakuasi Israel terhadap warga sipil di Rafah menandakan hal yang terburuk: lebih banyak perang dan kelaparan. Ini tidak dapat diterima. Israel harus membatalkan serangan darat," tulis Borrell di X.

Perancis juga menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap upaya Israel mendorong warga Rafah mengungsi maupun rencana untuk menyerang kota tersebut.

Baca juga: Setelah Perintahkan Warga Mengungsi, Israel Serang Rafah, Hal yang Dikhawatirkan Mulai Terjadi

“Perancis menegaskan kembali bahwa kami sangat menentang serangan Israel di Rafah, di mana lebih dari 1,3 juta orang mengungsi dalam situasi yang sangat sulit,” kata Kementerian Luar Negeri Perancis dalam sebuah pernyataan.

“Pengungsian paksa penduduk sipil merupakan kejahatan perang,” tambahnya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com