Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Kompas.com - 11/05/2024, 16:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Arab News

CAPE CANAVERAL, KOMPAS.com - Badai matahari yang luar biasa kuat yang menghantam Bumi dapat menghasilkan fenomena cahaya utara di Amerika Serikat pada akhir pekan ini.

Hal itu berpotensi mengganggu aliran listrik dan komunikasi.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengeluarkan peringatan badai geomagnetik parah yang jarang terjadi ketika semburan matahari mencapai Bumi pada Jumat (10/5/2024) sore, beberapa jam lebih cepat dari yang diantisipasi.

Baca juga: Penampakan Gerhana Matahari Total di Amerika Utara, Disaksikan Puluhan Juta Orang

Efeknya akan berlangsung hingga akhir pekan dan
mungkin hingga minggu depan.

Dilansir dari Arab News, NOAA memperingatkan operator pembangkit listrik dan pesawat ruang angkasa di orbit untuk melakukan tindakan pencegahan, begitu juga dengan Badan Manajemen Darurat Federal.

"Bagi kebanyakan orang di planet Bumi, mereka tidak perlu melakukan apa pun," kata Rob Steenburgh, seorang ilmuwan dari Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA.

Badai ini dapat menghasilkan cahaya utara hingga ke selatan AS seperti Alabama dan California Utara, menurut NOAA.

Namun, hal itu sulit diprediksi dan para ahli menekankan bahwa itu bukan tirai warna dramatis yang biasanya diasosiasikan dengan cahaya utara, tetapi lebih seperti percikan warna kehijauan.

"Itu benar-benar hadiah dari cuaca luar angkasa, aurora," kata Steenburgh.

Dia dan rekan-rekannya mengatakan bahwa pemandangan aurora terbaik mungkin berasal dari kamera ponsel, yang lebih baik dalam menangkap cahaya daripada mata telanjang.

Baca juga: Gerhana Matahari Total 8 April 2024: Jadwal, Lokasi, dan Cara Menyaksikan dengan Aman

Badai matahari yang paling kuat dalam sejarah, pada tahun 1859, memicu terjadinya aurora di Amerika tengah dan bahkan mungkin di Hawaii.

"Kami tidak mengantisipasi hal itu tapi bisa saja terjadi," kata peramal cuaca antariksa NOAA, Shawn Dahl.

Badai ini, dalam peringkat 4 pada skala 1 sampai 5, menimbulkan risiko bagi saluran transmisi tegangan tinggi untuk jaringan listrik, bukan saluran listrik yang biasanya ditemukan di rumah-rumah penduduk, kata Dahl.

Baca juga: India Luncurkan Satelit Aditya-L1 untuk Pelajari Matahari

Satelit juga dapat terpengaruh, yang pada gilirannya dapat mengganggu layanan navigasi dan komunikasi di Bumi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com