Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Israel Dorong 100.000 Warga Sipil Palestina Tinggalkan Rafah Timur, Apa Tujuannya?

Kompas.com - 06/05/2024, 15:29 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - Militer Israel pada Senin (6/5/2024) mengatakan, sedang mengevakuasi sekitar 100.000 orang dari Rafah timur di Jalur Gaza.

"Perkiraannya sekitar 100.000 orang," kata seorang Juru bicara Militer Israel kepada para wartawan ketika ditanya berapa banyak orang yang dievakuasi.

Sebagai informasi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada sekitar 1,2 juta orang yang saat ini tengah berlindung di Rafah.

Baca juga: Israel Perintahkan Evakuasi Warga dari Rafah Gaza Sebelum Serangan Terjadi

Sebagian besar dari mereka tidak lain adalah para pengungsi, yakni warga dari tempat lain di Gaza yang mencari perlindungan dari serangan Israel sejak Oktober lalu.

Tujuan Israel perintahkan evakuasi

Sebagaimana dilansir Kantor berita AFP, Juru bicara Militer Israel tersebut mengatakan, tujuan evakuasi warga sipil adalah sebagai bagian dari rencana mereka untuk menghancurkan Hamas.

"Kami mendapat peringatan keras atas kehadiran mereka (pasukan Hamas) dan kemampuan operasional mereka di Rafah kemarin," ujar Juru Bicara Militer itu.

Ia mengekliam ini adalah rencana evakuasi untuk mengeluarkan orang-orang dari bahaya di Rafah.

Sebelumnya, Militer Israel pada Minggu (5/5/2024) menyebut, tiga tentara Israel tewas dan belasan lainnya terluka ketika rentetan roket ditembakkan ke arah penyeberangan perbatasan Kerem Shalom antara Israel dan Gaza.

Baca juga: Dirjen WHO: Rafah Diserang, Pertumpahan Darah Terjadi Lagi

Militer mengatakan roket-roket tersebut ditembakkan dari daerah yang berdekatan dengan Rafah.

Para tentara terkena serangan ketika sedang menjaga alat berat, tan, dan buldoser yang ditempatkan di daerah tersebut.

Sayap bersenjata Hamas mengeklaim serangan roket yang membuat pihak berwenang Israel menutup perlintasan yang biasa digunakan untuk mengirimkan bantuan ke Gaza itu.

Rencana serangan darat Israel ke Rafah sendiri telah dikhawatirkan oleh banyak pihak karena hal itu diperkirakan bisa menimbulkan banyak korban jiwa dari warga sipil.

Keberatan itu termasuk datang dari sekutu dekat Israel, yakni Amerika Serikat.

Baca juga: Mengapa Rencana Serangan Darat Israel ke Rafah di Gaza Begitu Dikecam?

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com