Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

India Dilanda "Demam Misterius", Puluhan Anak Meninggal dalam Seminggu

Kompas.com - 01/09/2021, 18:47 WIB
Ardi Priyatno Utomo

Editor

NEW DELHI, KOMPAS.com - Sudah lebih dari sepekan ini anak-anak di beberapa distrik di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, bangun tidur dengan demam dan badan yang basah kuyup oleh keringat.

Banyak dari mereka mengeluhkan nyeri sendi, sakit kepala, dehidrasi, dan mual. Dalam beberapa kasus, mereka melaporkan ruam yang tersebar di lengan dan kaki mereka.

Setidaknya 50 orang, kebanyakan anak-anak, telah meninggal karena demam itu, dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit di enam distrik di bagian timur negara bagian. Tidak satu pun yang meninggal dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Bangladesh Dilanda Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Tengah Krisis Covid-19

Saat India tampak perlahan-lahan pulih dari gelombang kedua virus corona, kematian di Uttar Pradesh memancing sejumlah tajuk berita bernada panik tentang "demam misterius" yang melanda daerah pedesaan negara bagian terpadat di India itu.

Para dokter di beberapa distrik yang terdampak - Agra, Mathura, Mainpuri, Etah, Kasganj, dan Firozabad - percaya bahwa demam berdarah, infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk, bisa jadi merupakan penyebab utama kematian.

Mereka berkata banyak pasien yang dibawa ke rumah sakit mengalami penurunan jumlah trombosit, komponen darah yang berperan dalam penggumpalan darah, yang merupakan ciri-ciri demam berdarah parah.

"Para pasien di rumah sakit, khususnya anak-anak, meninggal dengan sangat cepat," kata Dr. Neeta Kulshresta, tenaga kesehatan paling senior di distrik Firozabad, tempat 40 orang, termasuk 32 anak, meninggal dunia dalam satu minggu terakhir.

Ditularkan oleh nyamuk betina, dengue utamanya adalah penyakit tropis dan telah beredar di India selama ratusan tahun. Penyakit ini endemik di lebih dari 100 negara, namun sekitar 70persen kasus dilaporkan dari Asia. Ada empat jenis virus dengue, dan risiko kematian bagi anak-anak bisa sampai lima kali lipat dibandingkan orang dewasa dalam infeksi kedua.

Nyamuk pembawa virus dengue - Aedes aegypti - berkembang biak di dalam wajan berisi air bersih di dalam dan di sekitar rumah-rumah. Hampir 100 juta kasus demam berdarah parah - pendarahan hebat, kerusakan organ - dilaporkan di seluruh dunia setiap tahun.

Baca juga: Gejala Virus Marburg, Demam Tinggi hingga Pendarahan

"Dampak gabungan dari Covid-19 dan epidemi dengue berpotensi menyebabkan bencana bagi populasi berisiko," menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tetapi masih belum jelas apakah epidemi dengue satu-satunya penyebab di balik banyak kematian terkait demam di Uttar Pradesh.

Uttar Pradesh, negara bagian dengan lebih dari 200 juta populasi dan standar sanitasi yang secara tradisi rendah, tingkat malnutrisi tinggi pada anak-anak, dan fasilitas kesehatan terbatas kerap melaporkan kasus-kasus "demam misterius" setelah musim hujan setiap tahun.

Wabah ensefalitis Jepang yang ditularkan oleh nyamuk - pertama kali diidentifikasi di Uttar Pradesh pada 1978 - telah menyebabkan lebih dari 6.500 orang meninggal.

Penyakit ini menyebar terutama di Gorakhpur dan distrik-distrik tetangganya yang berbatasan dengan Nepal di kaki pegunungan Himalaya. Hampir semua daerah itu merupakan dataran rendah dan rentan dilanda banjir sehingga menyediakan banyak tempat berkembang-biak bagi nyamuk yang menularkan virus.

Kampanye vaksinasi, yang dimulai pada 2013, telah menyebabkan penurunan kasus, namun masih banyak anak-anak yang meninggal. Pada tahun ini saja sudah ada 17 anak meninggal karena ensefalitis Jepang di Gorakhpur, dan 428 kasus tercatat.

Baca juga: 3 Fase Demam Berdarah yang Penting Diketahui

Halaman:

Terkini Lainnya

Iran Sebut Serangan Sudah Selesai, Peringatkan Israel Tak Membalas

Iran Sebut Serangan Sudah Selesai, Peringatkan Israel Tak Membalas

Global
UPDATE Iran Serang Israel: 300 Drone dan Rudal Telah Ditembakkan, 12 Orang Terluka

UPDATE Iran Serang Israel: 300 Drone dan Rudal Telah Ditembakkan, 12 Orang Terluka

Global
Iran Ungkap Tujuan Serang Israel Kali Ini

Iran Ungkap Tujuan Serang Israel Kali Ini

Global
Israel Klaim Berhasil Gagalkan Serangan Iran, Sebut Cegat 99 Persen Drone dan Rudal

Israel Klaim Berhasil Gagalkan Serangan Iran, Sebut Cegat 99 Persen Drone dan Rudal

Global
Berhasil Tiru Suara Sirene, Aksi Burung Ini Buat Polisi Inggris Bingung

Berhasil Tiru Suara Sirene, Aksi Burung Ini Buat Polisi Inggris Bingung

Global
Pasukan AS dan Inggris Bantu Tembaki Drone Iran di Yordania, Suriah, dan Irak

Pasukan AS dan Inggris Bantu Tembaki Drone Iran di Yordania, Suriah, dan Irak

Global
Iran Ancam Serang Yordania dan Negara di Sekitarnya Jika Bantu Israel

Iran Ancam Serang Yordania dan Negara di Sekitarnya Jika Bantu Israel

Global
Biden Rapat Mendadak Kumpulkan Menteri, Bahas Serangan Iran

Biden Rapat Mendadak Kumpulkan Menteri, Bahas Serangan Iran

Global
Usai Iran Serang Israel, PM Netanyahu Telepon Biden

Usai Iran Serang Israel, PM Netanyahu Telepon Biden

Global
Atas Permintaan Israel, DK PBB Segera Gelar Pertemuan Darurat untuk Bahas Serangan Iran

Atas Permintaan Israel, DK PBB Segera Gelar Pertemuan Darurat untuk Bahas Serangan Iran

Global
Serangan Iran Berkelanjutan, Tembakkan 200 Drone, Rudal Balistik, dan Rudal Jelajah ke Israel

Serangan Iran Berkelanjutan, Tembakkan 200 Drone, Rudal Balistik, dan Rudal Jelajah ke Israel

Global
Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Dampak Terkini Serangan Iran ke Israel, Rusak Pangkalan Militer

Global
Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Usai Luncurkan Serangan, Iran: Ini Konflik dengan Israel, AS Harus Menjauh

Global
Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Serangan Iran ke Israel: Sirene Meraung, Hujan Ledakan, Anak 10 Tahun Terluka Parah

Global
Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Rangkuman Hari ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: Situasi Timur Ukraina Memburuk | Dasar Baru Perdamaian Rusia-Ukraina?

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com