Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

Kompas.com - 11/05/2024, 11:37 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) pada Jumat (10/5/2024) mengecam Israel karena menggunakan senjatanya untuk menyerang Gaza.

Kecaman ini dilontarkan setelah Israel mengintensifkan operasi di sekitar Rafah, selatan Jalur Gaza, yang dihuni satu juta pengungsi Palestina.

AS yang merupakan sekutu internasional utama Israel berkata, senjatanya tidak dipakai sesuai hukum kemanusiaan internasional selama perang yang sudah berlangsung tujuh bulan.

Baca juga: 143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

Namun, "Negeri Paman Sam" mengaku tak bisa menyetop suplai pasokan senjata begitu saja.

Hubungan AS-Israel merenggang sejak awal pekan ini ketika Presiden Joe Biden mengancam akan menghentikan pengiriman senjata jika Israel melanjutkan serangan ke Rafah.

AS juga memperingatkan, reputasi Israel akan rusak jika tetap menyerbu Rafah. Risikonya bakal lebih besar daripada keuntungan militer yang didapat.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat berkata, Gaza berisiko mengalami bencana kemanusaan besar jika Israel melancarkan operasi darat skala penuh di Gaza.

Sementara itu, Perancis mendesak Israel menghentikan operasinya di Rafah tanpa menunda-nunda.

Akan tetapi, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menyampaikan, pihaknya harus menyingkirkan Hamas agar serangan pada 7 Oktober 2023 tak terulang lagi.

"Kalau kami harus berdiri sendiri, kami akan berdiri sendiri," ujar Netanyahu, dikutip dari kantor berita AFP.

Baca juga:

Awal pekan ini, pasukan darat Israel merebut perbatasan Rafah di sisi Palestina yang terletak antara Mesir dan Gaza, tetapi belum memasuki wilayah utama pengungsi.

Wartawan AFP melihat serangan artileri di kota itu pada Jumat, dan tentara Israel mengatakan bahwa operasi terus berlanjut di timur kota.

Perang Israel-Hamas pecah pada 7 Oktober 2023. Serangan Hamas mengakibatkan kematian lebih dari 1.170 orang di Israel, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Kemudian, serangan balasan Israel menewaskan sedikitnya 34.943 orang di Gaza yang mayoritas perempuan dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas itu.

Baca juga: Jeda Pengiriman Senjata AS Tak Berdampak, Israel Terus Gempur Rafah

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com