Kompas.com - 01/09/2021, 21:40 WIB
Presiden Joe Biden, ibu negara Jill Biden, dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken terlihat sebagai tim pembawa memindahkan kasus transfer dengan sisa Kopral Korps Marinir. Humberto A. Sanchez, 22, dari Logansport, Ind., saat pengembalian korban di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Del., Minggu, 29 Agustus 2021, untuk 13 anggota layanan yang tewas dalam bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, pada 26 Agustus. AP PHOTO/CAROLYN KASTERPresiden Joe Biden, ibu negara Jill Biden, dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken terlihat sebagai tim pembawa memindahkan kasus transfer dengan sisa Kopral Korps Marinir. Humberto A. Sanchez, 22, dari Logansport, Ind., saat pengembalian korban di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Del., Minggu, 29 Agustus 2021, untuk 13 anggota layanan yang tewas dalam bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, pada 26 Agustus.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pensiunan jenderal bintang tiga Amerika Serikat (AS) membocorkan kelemahan operasi terakhir AS di Afghanistan.

Mantan pemimpin militer senior AS yang memberi pengarahan kepada banyak presiden “Negeri Paman Sam” itu, menyorot kelemahan dalam strategi evakuasi menit terakhir AS.

Baca juga: Pensiunan Jenderal AS Sebut Amerika Pasti Harus Kembali ke Afghanistan

Berbicara secara anonim dalam sebuah wawancara eksklusif dengan DailyMail.com, mantan jenderal itu menilai akan mudah bagi Taliban atau ISIS menghancurkan landasan pacu di Bandara Internasional Kabul.

“Setiap rencana militer yang memiliki satu titik kegagalan dianggap tidak dapat diterima, mengambil risiko yang tidak dapat diterima. Dan itulah yang sedang kita hadapi sekarang.”

Dia mengakui angka-angka yang dievakuasi sangat mengesankan. Apalagi itu dilakukan dengan satu landasan pacu, satu bandara, kira-kira seukuran bandara kabupaten, yang tidak seperti bandara JFK atau Dulles.

“Tetapi bagaimana jika mereka merusak landasan pacu sehingga tidak mungkin untuk mendarat, lalu bagaimana?”

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Atau sebuah pesawat mendarat tanpa izin dan meledakkan dirinya di landasan? Dengan kata lain, itu adalah satu titik kegagalan. Itu kelemahan mendasar.”

Dia juga mencerca penggunaan tentara Taliban untuk membantu mengendalikan kerumunan. Sementara pasukan AS berusaha membawa warga dan sekutu Afghanistan ke bandara dan pergi ke tempat yang aman.

"Ketika Anda mencoba menangani keselamatan warga AS, Anda tidak pernah mendelegasikan itu kepada siapa pun selain pasukan Anda sendiri," katanya.

“Di sini kita memiliki musuh 20 tahun yang telah kita lawan yang bertanggung jawab atas keamanan perimeter luar kita. Ini gila,” protesnya.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Penembakan SMA Oxford di AS, Pelaku Berangkat Sekolah dengan Niat Membunuh Teman Sekelas

Detik-detik Penembakan SMA Oxford di AS, Pelaku Berangkat Sekolah dengan Niat Membunuh Teman Sekelas

Global
Rumah Ikonik di Film 'Home Alone' Disewakan untuk Libur Natal

Rumah Ikonik di Film "Home Alone" Disewakan untuk Libur Natal

Global
Pria Australia Pecahkan Rekor Sendawa Paling Keras di Dunia

Pria Australia Pecahkan Rekor Sendawa Paling Keras di Dunia

Global
Di Atas Langit Piramida Giza, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia 'Putaran Helikopter'

Di Atas Langit Piramida Giza, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia "Putaran Helikopter"

Global
Bom Pesawat Perang Dunia II Meledak di Stasiun Kereta Munich Lukai 4 Orang

Bom Pesawat Perang Dunia II Meledak di Stasiun Kereta Munich Lukai 4 Orang

Global
Varian Omicron Sudah Ada di Eropa Sebelum Kasus Pertama di Afrika Selatan

Varian Omicron Sudah Ada di Eropa Sebelum Kasus Pertama di Afrika Selatan

Global
Viral: Dokter Inggris Sarankan Tumbuhkan Janggut demi Kesehatan

Viral: Dokter Inggris Sarankan Tumbuhkan Janggut demi Kesehatan

Global
Kantong Udara Paru-Paru Pria Ini Pecah Setelah Berusaha Keras Menyanyi Saat Karaoke

Kantong Udara Paru-Paru Pria Ini Pecah Setelah Berusaha Keras Menyanyi Saat Karaoke

Global
Pengantin Sydney Berencana Siapkan 'Meja Terpisah Khusus Anti-Vaksin' di Pernikahannya

Pengantin Sydney Berencana Siapkan "Meja Terpisah Khusus Anti-Vaksin" di Pernikahannya

Global
Detik-detik Terbunuhnya Benazir Bhutto, Tokoh Wanita Pakistan

Detik-detik Terbunuhnya Benazir Bhutto, Tokoh Wanita Pakistan

Global
Mantan PM Shinzo Abe: Jepang dan AS Tidak Bisa Diam jika China Serang Taiwan

Mantan PM Shinzo Abe: Jepang dan AS Tidak Bisa Diam jika China Serang Taiwan

Global
Aung San Suu Kyi Dijatuhi Tuduhan Korupsi Keenam, Putusan Persidangan Ditunda

Aung San Suu Kyi Dijatuhi Tuduhan Korupsi Keenam, Putusan Persidangan Ditunda

Global
2 Desember 1988: Pelantikan PM Wanita Pertama Pakistan Benazir Bhutto

2 Desember 1988: Pelantikan PM Wanita Pertama Pakistan Benazir Bhutto

Global
Kelaparan, Murid Pukul Guru karena Telat Bubarkan Kelas untuk Istirahat

Kelaparan, Murid Pukul Guru karena Telat Bubarkan Kelas untuk Istirahat

Global
Polisi AS Tembak Pencuri di Kursi Roda 9 Kali hingga Tewas

Polisi AS Tembak Pencuri di Kursi Roda 9 Kali hingga Tewas

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.