2 Juta Orang di Dunia Meninggal akibat Bencana, Makin Parah karena Perubahan Iklim

Kompas.com - 01/09/2021, 18:20 WIB
Ilustrasi perubahan iklim dunia. World Meteorological Organization (WMO) mencatat 2020 adalah salah satu tahun terpanas dalam sejarah iklim Bumi. SHUTTERSTOCK/ParabolStudioIlustrasi perubahan iklim dunia. World Meteorological Organization (WMO) mencatat 2020 adalah salah satu tahun terpanas dalam sejarah iklim Bumi.

JENEWA, KOMPAS.com – Dalam 50 tahun terakhir, jumlah bencana di seluruh dunia seperti banjir dan gelombang panas telah meningkat 5 kali lipat karena didorong perubahan iklim.

Akibat masifnya bencana yang terjadi selama 50 tahun terakhir, lebih dari 2 juta orang meninggal dunia dan mencatatkan kerugian sebesar 3,64 triliun dollar AS (Rp 52.007 trilun) di seluruh dunia.

Lebih dari 91 persen dari 2 juta kematian akibat bencana selama 50 tahun terakhir terjadi di negara berkembang.

Baca juga: Biden Setujui Jutaan Hektar Lahan untuk Eksplorasi Migas, Kemunduran Perlawanan Perubahan Iklim

Laporan tersebut disampaikan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dalam publikasi terbarunya yang dirilis pada Rabu (1/8/2021).

Publikasi tersebut menyurvei sekitar 11.000 bencana yang terjadi antara 1979 hingga 2019 sebagaimana dilansir Reuters.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

WMO juga meninjau tentang kematian dan kerugian ekonomi akibat cuaca, air, dan iklim ekstrem secara komprehensif dalam publikasi tersebut.

Beberapa bencana paling parah yang dicatat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir seperti kekeringan 1983 di Etiopia yang merupakan bencana paling fatal dengan 300.000 kematian.

Baca juga: Setelah Kuasai Afghanistan, Taliban Janjikan untuk Atasi Perubahan Iklim dan Keamanan Global Bersama

Selain itu, Badi Katrina yang terjadi pada 2005 di AS disebut menjadi bencana paling mahal karena kerugiannya mencapai 163,61 miliar dollar AS.

Laporan tersebut menunjukkan tren bencana yang semakin meningkat di mana jumlah bencana meningkat hampir lima kali lipat sejak 1970-an hingga 10 tahun terakhir.

Ini juga mengindikasikan bahwa pemanasan global membuat bencana dan cuaca ekstrem menjadi lebih sering di seluruh dunia.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Kemlu: 206 WNI Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri

Global
Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Sanksi WADA Merembet, Bendera Merah Putih Tak Boleh Berkibar di MotoGP, WorldSBK, hingga F1

Global
Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Dari China hingga AS Alami Kekurangan Bahan-bahan Pokok, Apa Penyebabnya?

Global
Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Wanita Ini Jadikan Anjingnya Vegetarian Demi Kurangi Emisi Karbon

Global
Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Dinyatakan Tidak Bisa Punya Anak oleh Dokter, Wanita Ini Jadi Ibu di Usia 70 Tahun

Global
Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Dua Menteri Afghanistan Sempat Keliling London dengan Mobil Mahal Sebelum Negaranya Jatuh ke Taliban

Global
Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Taliban Izinkan Vaksinasi Polio di Afghanistan Setelah Bertahun-tahun Melarang

Global
Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Bom Perang Dunia I Meledak di Pesta Setelah Pernikahannya, Pengantin Ini Kehilangan Saudaranya

Global
Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Media Hong Kong: China Tercengang Indonesia Juara Piala Thomas

Global
Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Telepon Darurat Lapor Ada Kebocoran Gas, Dicari Satu Jam Ternyata ...

Global
Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Israel Setujui 4.000 Warga Palestina Jadi Penduduk di Tepi Barat, Kali Pertama Sejak 2009

Global
Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Presiden Ceko Dinyatakan Tidak Dapat Melakukan Tugas karena Alasan Kesehatan

Global
China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

China Rancang Undang-Undang Baru, Akan Hukum Orang Tua atas Perilaku Buruk Anaknya

Global
Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Nur Sajat Jual Semua Bisnisnya di Malaysia dan Pindah ke Australia

Global
Manhattan Project: Sejarah, Perkembangan, dan Korban Nuklirnya

Manhattan Project: Sejarah, Perkembangan, dan Korban Nuklirnya

Internasional

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.