Warisan Presiden Donald Trump yang Akan Dicatat Sejarah, Apa Sajakah Itu?

Kompas.com - 20/01/2021, 10:10 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020. AP PHOTO/Evan VucciPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendengarkan dalam acara Operation Warp Speed di Rose Garden, Gedung Putih, Washingtin DC, pada 13 November 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pada Rabu siang waktu setempat (20/1/2021), 4 tahun masa jabatan Presiden Donald Trump akan berakhir setelah pelantikan Joe Biden, yang diwarnai berbagai konflik yang timbul, jadi seperti apa warisan sejarah yang akan tercatat?

Kompas.com melansir BBC pada Rabu (20/1/2021) para pakar menunjukkan beberapa poin penting warisan Presiden Donald Trump, di antaranya:

Baca juga: Trump Cetak Angka Kepuasan Terendah, Hanya 34 Persen Jelang Lengser

1. Pemakzulan dua kali

Matthew Continetti, peneliti di American Enterprise Institute, yang berfokus pada perkembangan Partai Republik dan gerakan konservatif Amerika, menyebutkan Trump akan dikenang sebagai presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali.

Dia akan dikenal sebagai presiden yang menggemakan tuduhan tanpa bukti tentang pemilu yang dicurangi.

Mendorong pendukungnya untuk memprotes sertifikasi hasil Electoral College, memberitahu bahwa hanya kekuatan mereka yang dapat merebut kembali negara mereka.

Akhirnya, masa pendukungnya menyerbu dan menduduki Gedung Capitol, serta mengganggu operasi pemerintahan konstitusional.

Ketika sejarawan menulis tentang kepresidenannya, mereka akan melakukannya melalui lensa kerusuhan.

Mereka akan fokus pada hubungan Trump dengan alt-right (sayap kanan), penanganannya yang mengerikan terhadap protes mematikan Charlottesville pada 2017, meningkatnya kekerasan ekstremisme sayap kanan selama masa jabatannya, dan penyebaran teori konspirasi jahat yang dia dorong.

Jika, Donald Trump mengikuti teladan para pendahulunya yang mengakui kekuasaan dengan anggun dan damai, dia akan dikenang sebagai pemimpin populis yang mengganggu, tetapi juga berpengaruh.

Seorang presiden yang sebelum pandemi, memimpin ledakan ekonomi, mengarahkan kembali opini Amerika tentang China, menyingkirkan para pemimpin teroris dari medan perang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER GLOBAL] Ahli Etiket: Tidak Boleh Makan Nasi Pakai Tangan | Pangeran Harry dan Meghan Markle Jatuhkan 'Bom' ke Kerajaan Inggris

[POPULER GLOBAL] Ahli Etiket: Tidak Boleh Makan Nasi Pakai Tangan | Pangeran Harry dan Meghan Markle Jatuhkan "Bom" ke Kerajaan Inggris

Global
Dari Kutub Utara hingga Mars, Para Wanita Ini Membuat Sejarah Selama Pandemi

Dari Kutub Utara hingga Mars, Para Wanita Ini Membuat Sejarah Selama Pandemi

Global
Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan Istrinya Positif Covid-19

Presiden Suriah Bashar Al-Assad dan Istrinya Positif Covid-19

Global
Netizen Ramai Cemooh Kerajaan Inggris dengan Meme “The Firm” dan “The Institution” Usai Wawancara Harry-Meghan

Netizen Ramai Cemooh Kerajaan Inggris dengan Meme “The Firm” dan “The Institution” Usai Wawancara Harry-Meghan

Global
Sebut Makan Nasi Tak Boleh Pakai Tangan, Ahli Etiket Ini Ramai-ramai Diserang Netizen Asia

Sebut Makan Nasi Tak Boleh Pakai Tangan, Ahli Etiket Ini Ramai-ramai Diserang Netizen Asia

Global
Rusia Lancarkan Kampanye Menyesatkan Tentang Vaksin Covid-19 Selain Produksinya

Rusia Lancarkan Kampanye Menyesatkan Tentang Vaksin Covid-19 Selain Produksinya

Global
Tentara Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, OHCHR: Sama Sekali Tak Dapat Diterima

Tentara Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus, OHCHR: Sama Sekali Tak Dapat Diterima

Global
Viral Video Pria Tendang dan Pukuli Mantan Istri di Jalan, Anak Jadi Alasan

Viral Video Pria Tendang dan Pukuli Mantan Istri di Jalan, Anak Jadi Alasan

Global
Saat Klakson Telolet Berujung Denda Rp 7 Juta dan Kurungan Penjara...

Saat Klakson Telolet Berujung Denda Rp 7 Juta dan Kurungan Penjara...

Global
Pangeran Harry dan Meghan Markle Dianggap Sudah Jatuhkan Bom ke Kerajaan Inggris

Pangeran Harry dan Meghan Markle Dianggap Sudah Jatuhkan Bom ke Kerajaan Inggris

Global
Referendum IE-CEPA Lolos di Swiss, Diharap Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi

Referendum IE-CEPA Lolos di Swiss, Diharap Bisa Percepat Pemulihan Ekonomi Indonesia Pasca Pandemi

Global
Ingin Bunuh Diri Saat Hamil, Meghan: Kerajaan Khawatir Kulit Archie Gelap

Ingin Bunuh Diri Saat Hamil, Meghan: Kerajaan Khawatir Kulit Archie Gelap

Global
Mantan Istri Bos Amazon Dikabarkan Menikah dengan Guru Sains

Mantan Istri Bos Amazon Dikabarkan Menikah dengan Guru Sains

Global
Hasil Referendum Swiss Putuskan Larangan Pemakaian Burkak

Hasil Referendum Swiss Putuskan Larangan Pemakaian Burkak

Global
Bangun Situation Room Seperti Milik Gedung Putih AS, Inggris Gelontorkan Rp 184 miliar

Bangun Situation Room Seperti Milik Gedung Putih AS, Inggris Gelontorkan Rp 184 miliar

Global
komentar
Close Ads X