Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Militer Taiwan Siap Hadapi Apapun Langkah China saat Presiden Lai Mulai Menjabat

Kompas.com - 08/05/2024, 20:15 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

TAIPEI, KOMPAS.com - Militer Taiwan siap menghadapi setiap langkah yang mungkin diambil China pada saat Presiden terpilih Lai Ching-te mulai menjabat akhir bulan ini.

Hal ini diungkap wakil menteri pertahanan negara tersebut pada Rabu (8/5/2024).

China, yang memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri, sangat tidak menyukai Lai.

Baca juga: Taiwan Kembangkan Sistem Satelit Serupa Starlink Milik Elon Musk

Dilansir dari Reuters, China menganggap Lai sebagai separatis yang berbahaya, yang tawaran perundingannya berulang kali ditolak, termasuk satu kali pada bulan ini.

Lai, seperti Presiden Tsai Ing-wen saat ini, menolak klaim kedaulatan Beijing; keduanya mengatakan bahwa hanya rakyat pulau tersebut yang dapat memutuskan masa depan mereka.

Lai, yang kini menjabat sebagai wakil presiden, akan dilantik pada tanggal 20 Mei.

“Sebelum dan sesudah tanggal 20 Mei, militer negara kita akan menjunjung tinggi semua persyaratan kesiapan tempur dan memperhatikan dengan seksama kerusakan perdamaian dan stabilitas regional oleh pihak lain,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Po Horng-huei.

Kegiatan militer China di dalam dan sekitar Selat Taiwan menimbulkan ketidakstabilan di seluruh wilayah Indo-Pasifik, Po menambahkan dalam komentarnya kepada wartawan di parlemen.

Selama empat tahun terakhir, militer China telah secara besar-besaran meningkatkan aktivitasnya di sekitar Taiwan, seperti dengan menerbangkan pesawat tempur secara teratur di atas garis tengah Selat Taiwan, yang sebelumnya berfungsi sebagai zona penyangga tidak resmi.

Baca juga: Beasiswa S1-S3 ke Taiwan 2024, Tunjangan hingga Rp 20 Juta Per Bulan

Dalam laporan harian Rabu mengenai aktivitas militer China dalam 24 jam sebelumnya, kementerian pertahanan Taiwan mengatakan enam pesawat China telah melintasi garis median, terbang di daerah di sebelah barat pulau Penghu, Taiwan, yang merupakan lokasi pangkalan angkatan udara utama.

China, yang juga telah melakukan setidaknya duapatroli kesiapan tempur gabungan di dekat pulau itu dalam sebulan terakhir, menurut kementerian pertahanan Taiwan, mengatakan bahwa mereka tidak mengakui keberadaan garis median.

Baca juga: Taiwan Akan Singkirkan 760 Patung Pemimpin China Chiang Kai-shek

Sumber-sumber keamanan yang berbasis di Taiwan telah berulang kali memperingatkan bahwa Cina dapat menunjukkan ketidaksenangannya terhadap Lai dengan menggunakan militer.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com