Pidato Perpisahan Donald Trump Bernada Damai dan Menantang

Kompas.com - 20/01/2021, 06:09 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan sambil melambai menuju ke Helikopter Kepresidenan Marina One di halaman Sekatan Gedung Putih, Selasa (12/01/2020) AFPPresiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan sambil melambai menuju ke Helikopter Kepresidenan Marina One di halaman Sekatan Gedung Putih, Selasa (12/01/2020)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pada Selasa (20/1/2021) menjadi hari terakhir Donald Trump menjabat penuh sebagai presiden Amerika Serikat ( AS), sebelum Joe Biden dilantik pada Rabu (20/1/2021).

Presiden ke-45 AS itu menyampaikan pidato perpisahan dari Gedung Putih pada malam sebelum hari pelantikan Joe Biden.

Baca juga: FBI Turun Tangan Cegah Penyusup Masuk dalam Garda Nasional untuk Pelantikan Biden

Saat diblokir dari akses akun media sosial pribadinya, Trump memberikan nada damai tetapi menantang dalam video yang dirilis melalui akun media sosial resmi pemerintah.

"Kami telah melakukan apa yang harus kami lakukan di sini, dan lebih banyak lagi," kata Trump seperti dilansir BBC pada Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Daftar Aturan yang Dihapus Joe Biden Setelah Pelantikan Presiden AS

"Saya mengambil pertempuran yang sulit, pertarungan yang paling berat, pilihan yang paling sulit, karena itulah yang Anda pilihkan untuk saya lakukan," ucapnya.

Kemudian, ia memperingatkan bahwa "bahaya terbesar" sekarang di hadapan negara ini yaitu "kehilangan kepercayaan pada kebesaran nasional kita".

Baca juga: 7 Drama Pelantikan Presiden AS: Ada yang Boikot, Meninggal, dan Salah Sumpah

Presiden berusia 74 tahun itu menjalankan jabatannya, dari "melawan sampai China tidak seperti sebelumnya" hingga "serangkaian kesepakatan damai di Timur Tengah".

Dia menambahkan, "Saya sangat bangga menjadi presiden pertama dalam beberapa dekade yang tidak memulai perang baru."

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata di AS Diserbu Pembeli

Merujuk pada kerusuhan di Capitol AS pada 6 Januari, dia berkata, "Semua orang Amerika merasa ngeri dengan serangan di Gedung Capitol... Itu tidak pernah bisa ditoleransi."

Trump mengakui bahwa pemerintahan baru akan menjabat, tetapi ia berkata, "Saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kami mulai baru saja dimulai."

Baca juga: Pelantikan Joe Biden Dinanti Ibu Timur Tengah untuk Dapat Bertemu Keluarga di AS


Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Global
7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

7 Orang Etnis Minoritas Hazara Diikat Lalu Ditembak Brutal di Afghanistan

Global
Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Korban Tewas Demo Myanmar 54 Orang, Begini Respons PBB

Global
Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Pengadilan Turki Menolak Menambahkan Laporan AS dalam Persidangan Khashoggi

Global
Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Puluhan Garda Nasional AS di Gedung Capitol Jatuh Sakit Gara-gara Daging Mentah yang Disajikan

Global
Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Ambergris Bisa Menguntungkan dan Legal? Ini Kumpulan Faktanya

Internasional
Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Peringatan NATO: Uni Eropa Tak Bisa Bertahan jika Sendirian

Global
Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Bagaimana jika Tak Ada Perbedaan Waktu di Dunia? 2 Ilmuwan Ini Beberkan Penjelasannya

Internasional
China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

China Wajibkan Pelancong Asing Tes Covid-19 dengan Swab Anal

Global
Sejarah Penetapan Zona Waktu di Dunia hingga Usulan Penghapusannya

Sejarah Penetapan Zona Waktu di Dunia hingga Usulan Penghapusannya

Internasional
Dinyatakan Mati, Seorang Pengendara Motor Hidup Sebelum Dibedah

Dinyatakan Mati, Seorang Pengendara Motor Hidup Sebelum Dibedah

Internasional
Sebelum Ditembak Mati dalam Demo Myanmar, Angel Ingin Sumbangkan Organ Tubuh

Sebelum Ditembak Mati dalam Demo Myanmar, Angel Ingin Sumbangkan Organ Tubuh

Global
Kematian Tentara Transgender Pertama Korea Selatan Picu Amarah Publik

Kematian Tentara Transgender Pertama Korea Selatan Picu Amarah Publik

Internasional
Selamatkan 4 Kucing dari Kapal Tenggelam, Pelaut Thailand Banjir Pujian

Selamatkan 4 Kucing dari Kapal Tenggelam, Pelaut Thailand Banjir Pujian

Internasional
3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

3 Tentara Myanmar Mengungsi ke India daripada Turuti Perintah Junta Militer

Global
komentar
Close Ads X