Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Kirim Kapal Perang Jelang Pelantikan Presiden Taiwan

Kompas.com - 09/05/2024, 12:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Reuters

TAIPEI, KOMPAS.com - Sebuah kapal perang Amerika Serikat berlayar melalui Selat Taiwan yang sempit pada Rabu (8/5/2024), kurang dari dua minggu sebelum presiden baru Taiwan menjabat.

Hal ini jelas memicu kecaman marah dari China yang mengeklaim kedaulatan atas Taiwan yang diperintah secara demokratis.

China terus mengatakan pihaknya memiliki yurisdiksi atas selat tersebut. 

Baca juga: Militer Taiwan Siap Hadapi Apapun Langkah China saat Presiden Lai Mulai Menjabat

Dilansir dari Reuters, Taiwan dan Amerika Serikat membantah hal itu, dengan mengatakan Selat Taiwan adalah jalur perairan internasional.

Kapal perang AS, dan terkadang pesawat patroli Angkatan Laut AS, melewati atau melintasi selat tersebut sebulan sekali.

Pemilihan waktu misi terbaru ini sangat sensitif, mengingat misi tersebut dilakukan menjelang pelantikan Presiden terpilih Taiwan Lai Ching-te pada tanggal 20 Mei, sosok yang menurut China seorang separatis berbahaya.

Armada ke-7 Angkatan Laut AS mengatakan kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Halsey melakukan transit rutin Selat Taiwan pada Rabu melalui perairan di mana kebebasan navigasi dan penerbangan di laut lepas berlaku sesuai dengan hukum internasional.

Militer China menggambarkan pelayaran itu sebagai kehebohan publik dan menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan pasukan angkatan laut dan udara untuk memantau dan memperingatkan kapal AS dan menanganinya sesuai dengan hukum dan peraturan.

“Pasukan selalu waspada dan akan dengan tegas membela kedaulatan dan keamanan nasional serta perdamaian dan stabilitas regional,” kata Komando Tentara Pembebasan Rakyat.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan bahwa kapal AS berlayar ke selatan melalui selat tersebut dan pasukan Taiwan telah memantau situasi namun tidak menemukan sesuatu yang aneh.

Baca juga: Taiwan Kembangkan Sistem Satelit Serupa Starlink Milik Elon Musk

Pemerintah Taiwan menolak klaim kedaulatan Beijing, dengan mengatakan hanya masyarakat pulau tersebut yang dapat menentukan masa depan mereka.

Lai, yang saat ini menjabat wakil presiden, telah berulang kali menawarkan untuk berbicara dengan China tetapi ditolak.

Baca juga: Cerita 5 WNI Dapat Penghargaan sebagai Pekerja Teladan di Taiwan

Taiwan waspada terhadap setiap manuver militer China di sekitar pulau itu menjelang dan setelah pelantikan.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com