Perjanjian Damai Taliban-Afghanistan, Ini Tuntutan Paling Pelik

Kompas.com - 24/09/2020, 11:47 WIB
Delegasi Taliban menghadiri sesi pembuka dari pembicaraan damai dengan Pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar, Sabtu (12/9/2020). AP PHOTO/HUSSEIN SAYEDDelegasi Taliban menghadiri sesi pembuka dari pembicaraan damai dengan Pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar, Sabtu (12/9/2020).

DOHA, KOMPAS.com - "Kita mandek" begitulah seorang delegasi menggambarkan negosiasi perdamaian intra- Afghanistan yang mulanya menuai banyak pujian saat dimulai pada 12 September di Doha.

Setelah awal pembicaraan langsung antara Taliban dan delegasi yang dipimpin pemerintah Afghanistan di Doha, halangan semakin rumit, menurut laporan yang dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (23/9/2020).

Grup kontak terdiri dari delegasi Taliban dan pemerintah Afghanistan dibentuk untuk menetapkan syarat dan ketentuan sebelum pembicaraan formal dimulai dengan partisipasi kelompok yang lebih besar.

Grup tersebut adalah upaya untuk membuka jalan bagi pengaturan agenda pembicaraan yang bertujuan untuk mencapai perdamaian abadi di negara yang dilanda perang bertahun-tahun itu.

Pembicaraan intra-Afghanistan direncanakan dalam kesepakatan antara Taliban dan Amerika Serikat yang ditandatangani pada Februari.

Pemerintahan Trump ingin pihak-pihak yang bersaing di Afghanistan untuk mencapai kesepakatan damai, karena ingin menarik pasukan Amerika dari negara itu setelah hampir 20 tahun terjadi perang luar negeri terlama di sana.

Grup kontak pemerintah Afghanistan diwakili oleh Mohammad Masoom Stanekzai, Nader Nadery, Zarar Ahmad Muqbil Osmani, Fawzia Koofi, Mohammad Natiqi dan Khalid Noor.

Sedangkan, Taliban telah diwakili Maulvi Abdul Kabir, Abbas Stanekzai, Noorullah Noori, Shaikh Delawar dan Shaikh Qasim sebagai perwakilannya.

Baca juga: Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Al Jazeera telah melihat versi keempat dan versi terbaru dari rancangan agenda untuk syarat dan ketentuan yang dibahas dalam pertemuan awal grup kontak.

Ada 20 poin pertama disiapkan di Kabul sebelum tim tiba di Doha.

Halaman:

Sumber Aljazeera
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game 'Among Us'

Rangkul Generasi Z, Pejabat AS Kampanye Pilpres Pakai Game "Among Us"

Global
Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Klaster Virus Corona Gedung Putih Bertambah, Ajudan Wapres AS Positif Covid-19

Global
Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Raja: Malaysia Tidak Perlu Berlakukan Keadaan Darurat di Tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Global
Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Hendak Kabur, Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Global
Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Tak Terima Dihina Turki, Perancis Panggil Duta Besarnya

Global
Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Pengawalnya Positif Covid-19, Raja Thailand Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Viral Video Raja Thailand Vajiralongkorn Ucapkan Terima Kasih kepada Pendukungnya

Global
Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Sarang 'Lebah Pembunuh' Ditemukan, Departemen Pertanian Washington Turunkan Kru Pembasmi

Global
Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Bom Bunuh Diri Serang Pusat Pendidikan di Afghanistan, Tewaskan 24 Orang

Global
Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Pangeran Brunei 'Abdul' Azim Meninggal di Usia 38 Tahun

Global
Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
komentar
Close Ads X