Pasukan Taliban Kembali Perangi Pasukan Afghanistan Setelah Dibebaskan

Kompas.com - 23/09/2020, 23:47 WIB
Para anggota Taliban menyerahkan senjata mereka dan bergabung dengan upaya rekonsiliasi serta reintegrasi dari pemerintah Afghanistan di Jalalabad, 25 Juni 2020. REUTERS/PARWIZPara anggota Taliban menyerahkan senjata mereka dan bergabung dengan upaya rekonsiliasi serta reintegrasi dari pemerintah Afghanistan di Jalalabad, 25 Juni 2020.

KABUL, KOMPAS.com - Sejumlah tahanan Taliban yang dibebaskan oleh pemerintah Afghanistan sebagai syarat untuk perundingan damai antara dua kubu telah kembali mengangkat senjata.

Melansir AFP pada Rabu (23/9/2020), perkembangan terkini hubungan pemerintah Afghanistan dengan kelompok militan Taliban tersebut diungkapkan oleh pejabat tinggi Afghanistan, Abdullah Abdullah pada Selasa (22/9/2020).

Abdullah, yang memimpin Dewan Tinggi untuk Rekonsiliasi Nasional Afghanistan dan mengawasi upaya perdamaian pemerintah, mengatakan diskusi dengan Taliban di Qatar sejauh ini positif.

Baca juga: Perang Afghanistan-Taliban Masih Berlanjut, Seorang Istri Hamil Besar Berharap Suami Keempatnya Tidak Tewas Lagi

Namun, dia mengatakan beberapa kabar yang kurang baik, bahwa dari 5.000 tahanan Taliban yang telah dibebaskan oleh pemerintah Afghanistan sebagai syarat untuk pembicaraan damai, sebagian telah melanjutkan perang melawan pemerintah pusat Afghanistan, Kabul.

"Saya tahu bahwa beberapa telah kembali ke medan perang, yang merupakan pelanggaran atas kesepakatan yang telah mereka buat," kata Abdullah dalam konferensi online dengan Dewan Hubungan Luar Negeri AS.

Abdullah mengatakan pembicaraan antara kedua belah pihak telah dimulai di Doha dengan catatan positif, karena para delegasi membangun keakraban satu sama lain.

Baca juga: Setelah 2 Dekade Berperang, Tercapaikah Pembicaraan Damai Taliban dengan Pemerintah Afghanistan?

Namu, tingkat kekerasan di Afghanistan belum turun, dan dia meminta Amerika Serikat, yang menginisiasi proses perdamaian dengan kesepakatannya sendiri dengan Taliban, dan Pakistan, yang mempertahankan hubungan dengan pemberontak, untuk menekan mereka agar menyetujui gencatan senjata.

“Sayangnya, selama ini tingkat kekerasannya sangat tinggi dan tidak bisa diterima masyarakat,” kata Abdullah.

"Saya mengulangi seruan saya kepada Taliban sendiri dan juga kepada semua mitra yang memiliki pengaruh atas Taliban untuk mendesak hal itu (penurunan kekerasan)," tambahnya.

Baca juga: Bom di Kabul Targetkan Wakil Presiden Afghanistan, Warga jadi Korbannya

Abdullah mengatakan dia berencana mengunjungi Pakistan dalam beberapa hari mendatang untuk pertama kalinya sejak 2008.

Halaman:

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Kumbang Tangguh Ini Jadi Inspirasi Ilmuwan untuk Rancang Pesawat Lebih Kuat

Global
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara

Global
Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Biografi Lee Kun-hee, Bos Samsung Perombak Perusahaan Warisan Ayahnya

Global
Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Kronologi Demo Nigeria: Kebrutalan Polisi dan Tuntutan Reformasi

Global
Bunuh Korban dengan Racun 'Napas Iblis' Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Bunuh Korban dengan Racun "Napas Iblis" Sepasang Kriminal Ini Dipenjara Seumur Hidup

Global
Virus Corona Makin Parah di AS, Naik Hampir 100.000 Kasus dalam 24 Jam

Virus Corona Makin Parah di AS, Naik Hampir 100.000 Kasus dalam 24 Jam

Global
Demo Nigeria Merembet ke London, Ratusan Pedemo Turun ke Jalan

Demo Nigeria Merembet ke London, Ratusan Pedemo Turun ke Jalan

Global
Tragedi Penembakan Siswa Sekolah di Kamerun, 8 Murid Tewas

Tragedi Penembakan Siswa Sekolah di Kamerun, 8 Murid Tewas

Global
Jusuf Kalla Menyaksikan Penandatanganan Kerja Sama Pembangunan Museum Nabi Muhammad

Jusuf Kalla Menyaksikan Penandatanganan Kerja Sama Pembangunan Museum Nabi Muhammad

Global
Dihantam Pandemi dan Krisis Parah, Warga Miskin Myanmar Makan Tikus

Dihantam Pandemi dan Krisis Parah, Warga Miskin Myanmar Makan Tikus

Global
Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan, 18 Orang Tewas

Bom Bunuh Diri Guncang Afghanistan, 18 Orang Tewas

Global
Gudang Makanan Pemerintah Dijarah dalam Protes Besar-besaran di Nigeria

Gudang Makanan Pemerintah Dijarah dalam Protes Besar-besaran di Nigeria

Global
Orang Kedua Al Qaeda Dibunuh Pasukan Afghanistan, Masuk Daftar Teroris Paling Dicari FBI

Orang Kedua Al Qaeda Dibunuh Pasukan Afghanistan, Masuk Daftar Teroris Paling Dicari FBI

Global
Koma 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Ini Berhasil Gerakkan Jari Tangan

Koma 15 Tahun, Pangeran Arab Saudi Ini Berhasil Gerakkan Jari Tangan

Global
Duduk Hingga Berbaring, Siswa Ini Manfaatkan WiFi Sekolah Demi Ikut Pembelajaran Online

Duduk Hingga Berbaring, Siswa Ini Manfaatkan WiFi Sekolah Demi Ikut Pembelajaran Online

Global
komentar
Close Ads X