Kompas.com - 24/05/2022, 16:34 WIB

KOMPAS.com - Menurut data World Bank, Indonesia menempati peringkat ke 12 dari 35 negara yang paling rawan bencana. Diperkirakan lebih dari 40 persen penduduk Indonesia terancam dengan adanya risiko ini.

Kenapa Indonesia rawan bencana?

Dilansir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bencana dapat disebabkan oleh kondisi alam dan ulah manusia. Lebih lanjut dijelaskan, berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan bencana.

1. Bahaya geologi

Secara geografis, Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Benua Indo-Australia, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik. Selain itu, Indonesia terletak di zona Ring of Fire dimana terdapat banyak sekali gunung api aktif.

Aspek geografis ini menyebabkan Indonesia rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Indonesia disebut memiliki tingkat gempa 10 kali lipat dibandingkan Amerika Serikat. Bahkan, Indonesia menempati peringkat pertama yang terancam tsunami menurut data United Nation Disaster Risk Reduction.

2. Bahaya hidrometeorologi

Bahaya bencana hidrometeorologi juga mengancam Indonesia, seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan. Ini semua merupakan hasil dari iklim tropis yang Indonesia. Iklim tropis membuat negara kita memiliki perubahan cuaca, suhu, dan arah angin yang cukup ekstrem.

Risiko bencana hidrometeorologi ini diperparah dengan adanya pembangunan yang bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam berskala besar. Ini menyebabkan daya dukung sumber daya alam bagi manusia berkurang secara signifikan.

3. Bahaya teknologi

Kemajuan ilmu dan teknologi juga berperan besar dalam risiko bencana yang ada di Indonesia. Beberapa kebijakan dengan penerapan teknologi yang kurang tepat bisa jadi menyisakan dampak yang buruk bagi alam dan meningkatkan risiko bencana yang sudah ada.

Baca juga: Waspada Bencana Hidrometeorologi Sepanjang Tahun 2022, Ini Prediksi dan Imbauannya

Risiko bencana di Indonesia

Jika kita menghubungkan ketiga faktor tersebut, didapat pula data bahwa Indonesia bagian Barat memiliki risiko bencana yang lebih besar dibandingkan wilayah Indonesia sebelah timur.
Indonesia bagian barat, seperti Sumatera dan Jawa, merupakan daerah yang padat penduduk dan banyak perkotaan besar. Hal ini membuat kedua pulau besar ini berisiko mengalami banjir.

Selain itu, Indonesia juga merupakan negara yang terdampak El Nino, yang bisa mengurangi curah hujan. Risiko yang dihadapi oleh faktor ini adalah bencana kekeringan dan kebakaran hutan. Bencana ini tentu mengancam ratusan ribu hektar ladang yang ditanami padi, kopi, cokelat, hingga karet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.