Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Makanan Tinggi Protein Bikin Sembelit?

Kompas.com - 26/04/2024, 19:08 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Healthline

KOMPAS.com - Pola makan berprotein tinggi dan rendah karbohidrat adalah cara yang populer untuk menurunkan berat badan. Namun, bagi sebagian orang, sembelit adalah hal yang biasa terjadi sebagai efek sampingnya.

Protein dengan sendirinya tidak menyebabkan sembelit. Namun, sumber protein hewani, seperti ayam dan ikan, tidak mengandung serat. Bagi sebagian orang, akibat mengonsumsi makanan ini secara berlebihan dapat menyebabkan sembelit dan kembung.

Diet tinggi protein menyebabkan sembelit

Ada banyak sumber makanan berprotein tinggi, termasuk daging merah, unggas, ikan dan makanan laut, telur, polong-polongan, kacang-kacangan, produk susu seperti yogurt dan keju cottage, dan sebagainya.

Beberapa makanan berprotein tinggi, seperti kacang-kacangan dan polong-polongan, mengandung serat. Serat makanan adalah jenis karbohidrat yang tidak dapat dicerna yang berasal dari tumbuhan.

Serat mungkin larut atau tidak larut, dan kedua jenis tersebut mendukung kesehatan usus. Serat tidak larut khususnya membantu menghindari sembelit.

Baca juga: Berapa Jumlah Protein yang Dibutuhkan untuk Membentuk Otot?

Makanan berprotein tinggi seperti daging, unggas, dan ikan tidak mengandung serat apa pun. Jika ingin mengonsumsi makanan berprotein tinggi yang hanya terdiri dari makanan ini, sembelit dapat terjadi.

Asupan air dan cairan juga diperlukan untuk menghindari sembelit. Sumber protein hewani memang mengandung kelembapan alami. Namun, kandungan airnya mungkin tidak cukup untuk mengurangi sembelit.

Suplemen makanan seperti bubuk protein biasanya dibuat dari sumber nabati seperti rami atau kedelai. Bisa juga dibuat dari produk susu, seperti whey (bagian susu yang encer).

Beberapa bubuk protein mengandung serat, namun banyak juga yang tidak. Bubuk protein juga mungkin tinggi kalori dan gula. Untuk mengetahui apa yang didapatkan dari suplemen makanan apa pun, termasuk bubuk protein, selalu periksa labelnya.

Mengapa terlalu banyak protein bisa menyebabkan sembelit?

Protein menyebabkan sembelit jika makanan tidak mengandung cukup serat dan cairan. Jika mengonsumsi terlalu banyak protein hewani, kita mungkin mengonsumsi lebih sedikit makanan berserat tinggi.

Baca juga: Ahli Temukan Cara Kontrol Protein yang Bantu Penyebaran Kanker

Tidak apa-apa makan banyak protein. Ini mungkin hanya menjadi masalah jika kita mengganti makanan kaya serat, seperti sayuran dan kacang-kacangan, dengan protein hewani.

Jadi, mengonsumsi terlalu banyak protein hewani memiliki dampak buruk jika tidak menyeimbangkan asupan protein tinggi dengan makanan lain. Hal ini dapat merusak kesehatan usus dan menyebabkan gejala seperti sembelit, kembung, dan diare.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com