Indonesia Bebas Zona Merah, Epidemiolog: Jangan Lengah, Awas Lonjakan Kasus karena Mobilitas

Kompas.com - 26/09/2021, 10:00 WIB

KOMPAS.com - Berdasarkan perkembangan kasus positif infeksi Covid-19, hingga 19 September 2021, Indonesia telah bebas dari zona merah. Kendati demikian, epidemiolog meminta kita jangan lengah dan tetap mewaspadai mobilitas.

Berdasarkan pantauan Kementerian Kesehatan, tingkat mobilitas masyarakat saat ini sudah jauh meningkat dibandingkan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli atau masa PPKM level 4 pada awal Agustus.

Mobilitas di hampir semua provinsi menunjukkan peningkatan. Bahkan, tingkat mobilitas di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sudah melampaui level sebelum pandemi.

Dengan adanya peningkatan mobilitas saat penurunan kasus Covid-19 sedang terjadi saat ini, maka Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Tri Yunis Miko mengatakan, kita tidak boleh lengah karena itu artinya risiko penyebaran Covid-19 juga akan meningkat.

Baca juga: Video Viral Satpol PP Tanya Barcode PeduliLindungi di Minimarket Bekasi, Ahli: Improvisasi di Daerah yang Berlebihan

"Belajar dari sebelumnya, beberapa kali lonjakan kasus Covid-19 di tanah air terjadi setelah melewati libur panjang yang mengakibatkan mobilitas dan kerumunan orang meningkat," kata Tri melalui keterangan pers Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (24/9/2021).

Dengan begitu, masyarakat diminta untuk tidak melonggarkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan dan tak ragu untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Disaat bersamaan dengan momentum penurunan kasus Covid-19 yang ditandai dengan terbebasnya Indonesia sebagai negara zona merah, pada 19 September 2021, pemerintah juga diharapkan untuk terus meningkatkan deteksi, terapeutik dan vaksinasi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate melalui keterangan pers Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (24/9/2021).

Johnny menjelaskan, upaya deteksi dilakukan pemerintah dengan meningkatkan tes epidemiologi, meningkatkan rasio kontak erat yang dilacak, dan meningkatkan surveilans genomik di daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan kasus.

Selain upaya deteksi, Johnny menambahkan bahwa upaya terapeutik juga sangat perlu ditingkatkan dalam pencegahan risiko peningkatan kasus lagi di kemudian hari.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.