Kompas.com - 14/06/2021, 19:31 WIB
Bintang-bintang yang beraneka ragam dan kaya ini adalah kelompok globular yang sangat besar, kumpulan bintang yang terikat gravitasi yang mengorbit di galaksi Bima Sakti. Bintang-bintang yang beraneka ragam dan kaya ini adalah kelompok globular yang sangat besar, kumpulan bintang yang terikat gravitasi yang mengorbit di galaksi Bima Sakti.


KOMPAS.com- Para astronom melihat sebuah bintang raksasa tiba-tiba berkedip menuju pusat galaksi Bima Sakti. Bintang itu berada di lebih dari 25.000 tahun cahaya.

Dilansir dari Phys, Senin (14/6/2021), tim astronom internasional telah mengamati bintang, VVV-WIT-08, yang mengalami penurunan kecerahan hingga faktor 30, sehingga bintang ini hampir menghilang dari langit.

Sementara banyak bintang berubah kecerahannya karena berdenyut atau terhalang oleh bintang lain dalam sistem biner.

Ahli menilai bahwa sangat jarang sebuah bintang menjadi redup selama beberapa bulan dan kemudian menjadi cerah kembali.

Para peneliti meyakini bahwa bintang VVV-WIT-08 mungkin termasuk dalam kelas baru 'bintang raksasa berkedip' di sistem bintang biner.

Sistem di mana bintang raksasa yang 100 kali lebih besar dari Matahari dikalahkan sekali setiap beberapa dekade oleh pendamping orbit yang belum terlihat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bintang Raksasa Betelgeuse Tak Meledak, Pola Misteriusnya karena Ini

 

Bintang pendampingnya, yang mungkin merupakan bintang atau planet lain, dikelilingi oleh piringan buram, yang menutupi bintang raksasa tersebut dan muncul kembali di langit.

"Sungguh menakjubkan, kami baru saja mengamati objek gelap, besar dan memanjang yang melintas di antara kami dan bintang yang jauh dan kami hanya bisa berspekulasi dari mana asalnya," kata penulis studi Dr. Sergey Koposov, ilmuwan dari University of Edinburgh, Inggris.

Bintang tersebut berada di wilayah padat di Galaksi Bima Sakti, para astronom pun mempertimbangkan apakah objek gelap yang tidak diketahui itu, bisa melayang di depan bintang raksasa secara kebetulan.

Kendati demikian berdasarkan simulasi, menunjukkan bahwa material gelap itu mengambang di sekitar galaksi.

Salah satu sistem bintang yang sejenis ini telah dikenal sejak lama. Bintang raksasa Epsilon Aurigae sebagian terhalang oleh cakram debu besar setiap 27 tahun. Akan tetapi, cahaya bintang raksasa itu hanya redup sekitar 50 persen.

Baca juga: Bintang Raksasa Betelgeuse Bertindak Aneh, Diprediksi Akan Meledak

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X