Kompas.com - 14/06/2021, 17:30 WIB
Warga dari luar daerah antre untuk menjalani tes cepat antigen di Pos Penyekatan Desa Larangan Tokol,  Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021). Pemkab Pamekasan memberlakukan penyekatan dan tes cepat antigen bagi pendatang yang akan masuk ke kabupaten itu, menyusul terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan dalam dua pekan terakhir. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/nz ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRIWarga dari luar daerah antre untuk menjalani tes cepat antigen di Pos Penyekatan Desa Larangan Tokol, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (8/6/2021). Pemkab Pamekasan memberlakukan penyekatan dan tes cepat antigen bagi pendatang yang akan masuk ke kabupaten itu, menyusul terjadinya lonjakan kasus COVID-19 di Bangkalan dalam dua pekan terakhir. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/nz


KOMPAS.com- Mengingat kondisi kasus Covid-19 di Indonesia saat ini, ahli perkirakan puncak kasus akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan. Bahkan, kemungkinan juga berpotensi terjadi dobel puncak kasus Covid-19.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman memperingatkan kemungkinan Indonesia akan menghadapi dobel puncak kasus Covid-19.

Sebab, puncak gelombang Covid-19 pertama diperkirakan akan terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli 2021.
Lonjakan kasus Covid-19 ini, kata Dicky, masih didominasi oleh varian Alpha, yakni varian virus corona B.1.1.7 dari Inggris.

"Ini adalah akumulasi perjalanan selama satu tahun, dan (kondisi) saat ini diperburuk dengan varian Aplha dari UK (Inggris)," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Indonesia Berpotensi Hadapi Dobel Puncak Kasus Covid-19, Ini Penyebabnya

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dicky mengungkapkan bahwa penyebaran varian baru virus corona, Alpha, menyebabkan kecepatan angka kesakitan dan banyaknya kasus Covid-19 semakin meningkat, terutama di Indonesia.

Kondisi lonjakan Covid-19 di Indonesia yang tampak saat ini, kata Dicky, baru awal. Kondisi ini akan semakin diperburuk oleh adanya varian Delta, yakni varian virus corona yang diketahui mengandung mutasi ganda yang ditemukan kali pertama di India.

"Sedangkan (puncak gelombang Covid-19) yang disebabkan oleh varian Delta, kemungkinan terjadi pada Juli, bisa pertengahan atau akhir Juli," jelas Dicky.

Varian Delta adalah varian virus corona yang ditemukan di India.

Ancaman serius varian Delta

Varian Delta diketahui juga telah terdeteksi di Indonesia. Beberapa bulan ini, varian Delta telah menyebabkan tingkat kasus kesakitan dan kematian akibat Covid-19 yang tinggi di negara tersebut.

Baca juga: Kasus Covid-19 Indonesia bisa Melonjak, tapi Gelombang 1 Belum Masuki Puncak

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X