Kompas.com - 13/04/2021, 04:30 WIB
Ilustrasi. bopavIlustrasi.

KOMPAS.com - Puasa Ramadhan adalah ketika umat Islam diharuskan untuk tidak makan dan minum dari fajar hingga senja.

Bukan sekadar menahan lapar, puasa juga melatih disiplin dan pengendalian diri.

Umat Muslim diperintahkan untuk berpuasa selama Ramadhan sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu, dan saat ini semakin banyak ilmuwan yang mengungkap manfaat puasa untuk kesehatan mental dan fisik.

Meski puasa Ramadhan kali ini masih di tengah pandemi Covid-19, Anda tak perlu khawatir. Karena selama Anda menerapkan pola makan yang baik, imunitas tubuh akan tetap terjaga, bahkan Anda akan mendapatka berbagai manfaat kesehatan.

Baca juga: 3 Cara Menjaga Imunitas Tubuh Selama Berpuasa di Tengah Pandemi

Para ahli telah menemukan, membatasi asupan makanan dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, obesitas, masalah jantung, dan meningkatkan kesejahteraan.

Dengan tidak mengonsumsi makanan sejak fajar hingga petang, tubuh kita memiliki kesempatan mengeluarkan racun dengan memberi istirahat pada sistem pencernaan. Ini juga meningkatkan kesehatan mental.

Dr Razeen Mahroof, seorang ahli anestesi dari Oxford, membantu National Health Service (NHS) untuk memetakan panduan puasa yang sehat selama Ramadan.

Ia mengungkap, beberapa manfaat kesehatan yang bisa didapat dari berpuasa, antara lain menurunkan kadar kolesterol, diabetes dan tekanan darah lebih terkendali, hingga bisa menurunkan berat badan.

Selain itu, beberapa hari setelah Ramadhan, tubuh akan mulai menyesuaikan dengan pola makan dan minum yang baru, sehingga kadar endorfin yang lebih tinggi muncul dalam darah.

Meningkatnya kadar endorfin tentu membuat mereka yang berpuasa lebih waspada, lebih bahagia, dan berdampak pada kesehatan mental yang lebih baik.

Sebuah penelitian juga menunjukkan, bahwa manfaat kesehatan kemungkinan didapat dari peralihan metabolisme, di mana puasa memicu tubuh untuk mengalihkan sumber energinya dari glukosa menjadi lemak dan keton.

Produksi keton, atau ketogenesis, dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap stres oksidatif dan peradangan, dengan efek menguntungkan bagi kesehatan dan penuaan.

Baca juga: Berat Badan Naik Saat Puasa Ramadhan? Kenali Penyebabnya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X