Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Makan Perlahan Bisa Turunkan Berat Badan?

Kompas.com - 14/04/2024, 20:00 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

Sumber Healthline

KOMPAS.com - Banyak orang yang memakan makanannya dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan masalah kesehatan lainnya.

Sementara itu, makan perlahan bisa jadi cara yang lebih cerdas karena dapat memberikan sejumlah manfaat.

Makan perlahan bantu turunkan berat badan

Nafsu makan dan asupan kalori sebagian besar dikendalikan oleh hormon. Setelah makan, usus menekan hormon ghrelin, yang mengontrol rasa lapar, sekaligus melepaskan hormon rasa kenyang.

Hormon-hormon tersebut memberi tahu otak bahwa tubuh sudah makan sehingga dapat mengurangi nafsu makan, menimbulkan rasa kenyang, dan membantu berhenti makan.

Proses ini memakan waktu sekitar 20 menit, jadi penting untuk memperlambat otak memberikan waktu yang dibutuhkan untuk menerima sinyal-sinyal ini.

Baca juga: Benarkah Berat Badan Berlebih Sebabkan Masalah Kesehatan?

Makan perlahan dapat meningkatkan hormon rasa kenyang

Makan terlalu cepat sering kali menyebabkan makan berlebihan karena otak tidak memiliki cukup waktu untuk menerima sinyal kenyang.

Selain itu, makan perlahan telah terbukti menurunkan jumlah makanan yang dikonsumsi selama makan karena peningkatan hormon rasa kenyang.

Dalam sebuah penelitian, 17 orang sehat dengan berat badan normal mengonsumsi 300 gram es krim dalam 2 waktu. Pada tahap pertama, mereka memakan es krim dalam waktu 5 menit, tetapi pada tahap kedua, mereka membutuhkan waktu 30 menit.

Mereka melaporkan rasa kenyang dan tingkat hormon kenyang meningkat secara signifikan setelah makan es krim secara perlahan.

Penelitian lain menunjukkan bahwa anak muda dengan obesitas mengalami tingkat hormon kenyang yang lebih tinggi ketika mereka makan dengan lambat.

Baca juga: Apa yang Terjadi jika Berhenti Makan Daging?

Makan perlahan dapat menurunkan asupan kalori

Sebuah penelitian menganalisis orang dengan berat badan normal atau kelebihan berat badan yang makan dengan kecepatan berbeda.

Kedua kelompok mengonsumsi lebih sedikit kalori pada waktu makan paling lambat, meskipun perbedaannya hanya signifikan secara statistik pada kelompok dengan berat badan normal.

Semua peserta juga merasa kenyang lebih lama setelah makan lebih lambat; mereka melaporkan lebih sedikit rasa lapar 60 menit setelah makan lambat dibandingkan setelah makan cepat.

Pengurangan asupan kalori secara spontan ini akan menyebabkan penurunan berat badan seiring berjalannya waktu.

Makan perlahan mendorong pengunyahan menyeluruh

Untuk makan perlahan, kita perlu mengunyah makanan secara menyeluruh sebelum menelannya. Hal ini dapat membantu mengurangi asupan kalori dan menurunkan berat badan.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com