[POPULER SAINS] Klarifikasi Soal Vaksin Covid-19 yang Disebut Kurang Efektif | 60 Tahun Lalu Manusia Capai Luar Angkasa

Kompas.com - 13/04/2021, 06:02 WIB
Gao Fu, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) China ketika berrbicara dalam sebuah konferensi pers. Gao disorot lantaran mengakui vaksin Covid-19 yang dibuat negaranya kurang efektif. Gao kemudian menyebut pendapatnya sudah disalahartikan negara Barat. China.org.cn via Global TimesGao Fu, Direktur Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) China ketika berrbicara dalam sebuah konferensi pers. Gao disorot lantaran mengakui vaksin Covid-19 yang dibuat negaranya kurang efektif. Gao kemudian menyebut pendapatnya sudah disalahartikan negara Barat.

KOMPAS.com - Pemberitaan soal direktur Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC) China yang mengatakan vaksin Covid-19 China kurang efektif ramai. Namun, pejabat tertinggi CDC telah mengatakan bahwa ada kesalahahaman total.

Ini merupakan salah satu berita populer Sains Kompas.com edisi Senin (12/4/2021).

Memasuki awal bulan Ramadhan, kita tentu tidak asing dengan istilah melihat hilal. Pembahasan terkait hilal, sabda Nabi SAW, dan kaitannya dengan sains pun menjadi berita menarik lainnya.

Berita populer lainnya, kemarin adalah tepat peringatan 60 tahun manusia berhasil mencapai luar angkasa untuk pertama kalinya.

Baca juga: [POPULER SAINS] Gempa Susulan Malang Kemarin Pagi | Alasan Gorila Menepuk Dada

Berikut ulasan berita populer Sains:

1. Klarifikasi vaksin Covid-19 kurang efektif

Banyak kantor berita Barat yang memberitakan direktur CDC China, Gao Fu, mengakui bahwa vaksin Covid-19 China kurang efektif.

Gao Fu telah mengklarifikasi bahwa ada kesalahpahaman total terkait vaksin Covid-19 China ini.

Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China itu mengklarifikasi bahwa dirinya sebenarnya ingin mengusulkan visi ilmiah untuk meningkatkan kemanjuran vaksin.

Dalam wawancara eksklusif dengan Global Times, usulan yang ditawarkan Gao yakni, penyesuaian prosedur vaksinasi dan inokulasi dari jenis vaksin yang berbeda.

"Tingkat perlindungan semua vaksin di dunia beragam, terkadang tinggi dan terkadang rendah. Bagaimana meningkatkan kemanjurannya merupakan pertanyaan yang perlu dipertimbangkan para ilmuwan di seluruh dunia," kata Gao.

"Dalam hal ini, saya menyarankan agar kita dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan proses vaksinasi, seperti jumlah dosis dan interval, juga mengadopsi vaksinasi berurutan dengan berbagai jenis vaksin," imbuhnya.

Gao menekankan, karena ini adalah pertama kalinya manusia mengenal Covid-19, ada banyak masalah ilmiah yang harus dipelajari terkait vaksinasi.

Baca berita selengkapnya di sini:

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X