Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Pura-pura Tersenyum Bisa Membuat Bahagia?

Kompas.com - 24/04/2024, 16:43 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Mungkin kita sering memalsukan senyuman di depan orang lain untuk menutupi kesedihan, sehingga tidak ada yang tahu perasaan kita yang sebenarnya.

Tapi, apakah memaksakan senyum bisa membuat kita bahagia?

Marie Cross, asisten profesor kesehatan biobehavioral di Penn State, mengatakan bahwa pertanyaan ini telah menjadi kontroversi di kalangan ilmuwan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah mengungkapkan bahwa membuat diri kita tersenyum dapat meningkatkan suasana hati.

Senyum memengaruhi emosi?

Sebuah meta-analisis tahun 2019 yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin menemukan bahwa senyum tidak hanya memperkuat kebahagiaan tetapi juga menciptakannya.

Baca juga: Penelitian Ungkap Penyebab Finlandia Selalu Jadi Negara Paling Bahagia

Menurut Nicholas Coles, ilmuwan di Universitas Stanford sekaligus dan peneliti utama studi tersebut, hal ini diibaratkan seperti perbedaan antara tersenyum sambil melihat gambar anak anjing dan tersenyum sambil menatap dinding kosong.

Dalam konteks tersebut, senyuman tidak hanya dapat meningkatkan perasaan bahagia terhadap anak anjing, tetapi juga dapat membuat seseorang merasa bahagia dalam konteks netral ketika ia tidak memiliki alasan sebenarnya untuk merasa bahagia.

Namun, Coles mengatakan, temuan meta-analisis tersebut tidak kuat karena sebagian besar didasarkan pada penelitian lama yang dipertanyakan.

Selain itu, studi berkualitas tinggi yang diterbitkan dalam jurnal Perspectives on Psychological Science pada tahun 2016 menghasilkan simpulan yang bertentangan ketika gagal mereplikasi temuan penelitian penting.

Berdasarkan dua faktor ini, Coles tidak sepenuhnya percaya pada temuan ulasannya sendiri. Maka ia mengumpulkan tim peneliti internasional dengan sudut pandang berbeda mengenai subjek tersebut, yang diberi nama The Many Smiles Collaboration.

Baca juga: Cari Tahu, Apa yang Terjadi pada Tubuh Ketika Kita Merasa Bahagia?

Mereka merancang sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Human Behavior pada tahun 2022 yang mengamati lebih dari 3.800 partisipan dari 19 negara.

Untuk penelitian ini, para peneliti meminta partisipan berpose tersenyum dengan tiga cara berbeda, yakni dengan melihat foto orang yang sedang tersenyum dan meniru ekspresi mereka, dengan mengikuti instruksi tentang cara tersenyum, fan dengan memegang pena di mulut mereka.

Dengan dua metode pertama, kebahagiaan meningkat terlepas dari apakah peserta melihat gambaran positif atau tidak, namun hasilnya tidak jelas dengan metode pen-in-mouth.

Namun, secara keseluruhan, penelitian ini memperjelas bahwa berpura-pura tersenyum membuat orang merasa lebih bahagia.

Gagasan bahwa ekspresi wajah dapat memengaruhi emosi dikenal sebagai hipotesis umpan balik wajah. Hal ini tidak hanya berlaku pada senyuman; cemberut, misalnya, dapat membuat orang merasa lebih marah, seperti yang ditemukan dalam meta-analisis Coles.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com