Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/05/2024, 19:02 WIB
Lulu Lukyani

Penulis

KOMPAS.com - Aurora, juga dikenal sebagai cahaya utara (aurora borealis) dan cahaya selatan (aurora australis), adalah fenomena alam menakjubkan yang telah memikat manusia selama ribuan tahun.

Pemandangan luar biasa ini terjadi di dekat kutub Bumi dan bermanifestasi sebagai pertunjukan cahaya menari yang mempesona, yang disebabkan oleh interaksi antara partikel matahari dan atmosfer Bumi.

Mengapa aurora berwarna-warni?

Aurora disebabkan oleh partikel subatom bermuatan (kebanyakan elektron) yang menabrak atmosfer Bumi. Partikel tersebut dipancarkan dari Matahari sepanjang waktu, tetapi jumlahnya lebih banyak pada saat aktivitas matahari lebih besar.

Sebagian besar atmosfer Bumi terlindungi dari masuknya partikel bermuatan oleh medan magnet Bumi. Namun, di dekat kutub, partikel itu bisa menyelinap masuk dan menimbulkan "kekacauan".

Atmosfer Bumi mengandung sekitar 20% oksigen dan 80% nitrogen, dengan sejumlah kecil zat lain seperti air, karbon dioksida (0,04%) dan argon.

Baca juga: Ilmuwan Pertama Kali Temukan Aurora di Matahari

Ketika elektron berkecepatan tinggi menabrak molekul oksigen di atmosfer bagian atas, mereka membagi molekul oksigen menjadi atom individu. Sinar ultraviolet dari Matahari juga melakukan hal ini, dan atom oksigen yang dihasilkan dapat bereaksi dengan molekul oksigen untuk menghasilkan ozon, molekul yang melindungi kita dari radiasi UV yang berbahaya.

Namun, dalam kasus aurora, atom oksigen yang dihasilkan berada dalam keadaan tereksitasi. Artinya, elektron-elektron atom tersusun secara tidak stabil sehingga dapat mengeluarkan energi dalam bentuk cahaya beragam warna.

Kenapa aurora lebih sering berwarna hijau?

Warna aurora yang paling umum adalah hijau. Aurora hijau biasanya dihasilkan ketika partikel bermuatan bertabrakan dengan molekul oksigen konsentrasi tinggi di atmosfer Bumi pada ketinggian sekitar 100 hingga 300 km.

Kita juga melihat aurora hijau dengan lebih baik daripada warna lainnya, karena mata manusia paling sensitif terhadap spektrum warna hijau.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com