Korea Utara Sebut Badan Nuklir PBB adalah Boneka Negara Barat

Kompas.com - 12/11/2020, 16:04 WIB

Foto ini diambil dari harian Korea Utara, Rodong Sinmun terbitan tangal 14 Oktober 2014, yang menunjukkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un (kiri) dalam sebuah tur inspeksi di sebuah kompleks perumahan yang baru dibangun di Pyongyang. Pemimpin Korea Utara iitu akhirnya muncul kembali dengan bantuan tongkat setelah ketidakmunculan tanpa penjelasan dan panjang yang memicu spekulasi tentang kesehatan dan bahkan rumor soal kudeta di negara bersenjata nuklir itu.


AFP PHOTO/Rodong Sinmun Foto ini diambil dari harian Korea Utara, Rodong Sinmun terbitan tangal 14 Oktober 2014, yang menunjukkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-Un (kiri) dalam sebuah tur inspeksi di sebuah kompleks perumahan yang baru dibangun di Pyongyang. Pemimpin Korea Utara iitu akhirnya muncul kembali dengan bantuan tongkat setelah ketidakmunculan tanpa penjelasan dan panjang yang memicu spekulasi tentang kesehatan dan bahkan rumor soal kudeta di negara bersenjata nuklir itu.

NEW YORK, KOMPAS.com - Korea Utara menuding badan nuklir PBB sebagai boneka negara Barat, setelah muncul laporan senjata nuklir mereka melanggar perjanjian internasional.

Setelah meninggalkan Perjanjian Pelucutan Senjata di 2003, Pyongyang secara bertahap terus membangun senjata pemusnah massal mereka.

Baca juga: Terus Cekcok dengan China, Mungkinkah Taiwan Butuh Senjata Nuklir?

Pengembangan itu makin masif sejak Kim Jong Un menjadi pemimpin tertinggi pada 2011, di mana dia bahkan mengujicobakan bom hidrogen (termonuklir) di 2017.

Karena masifnya uji coba senjata nuklir dan program rudal balistik mereka, Korea Utara dihantam berbagai sanksi internasional.

Badan Nuklir Dunia atau IAEA, yang pengawasnya tak boleh masuk Korea Utara, pada Rabu (11/11/2020) merilis laporan bahwa stok atom negara itu "sangat disayangkan".

Dalam laporan kepada Dewan Keamanan PBB, Kepala IAEA Rafael Mariano menyebut aktivitas Korut menyebabkan sejumlah konsekuensi serius.

Duta Besar Korut tak terima dengan laporan, dan dalam forum yang sama mengemukakan bahwa laporan yang dibuat IAEA "sangat menyimpang".

"IAEA tak lebih dari alat politik yang dipakai oleh negara Barat untuk menyerang kami," kata Duta Besar Kim Song dalam pernyataanya dikutip AFP Kamis (12/11/2020).

Kim menuturkan, dia menganalogikan badan nuklir dunia itu sebagai boneka yang menari-nari sesuai dengan arahan dari negara penyerang.

Upaya denuklirisasi yang dilakukan Amerika Serikat (AS) buntu sejak kolapsnya pertemuan Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump pada Februari tahun lalu.

Negara dengan ideologi Juche itu diyakini terus mengembangkan senjata perusaknya, yang diklaim hanya untuk melindungi rakyatnya, selama perundingan.

Baca juga: Bualan Trump Soal Senjata Nuklir Rahasia AS Diterbitkan dalam Sebuah Buku


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

[Biografi Tokoh Dunia] Alexei Navalny, Musuh Bebuyutan Putin yang Tak Tumbang meski Dipenjara dan Diracun

Global
Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Rusia Tuduh Kedutaan AS di Moskwa Terbitkan Rute Protes Pendukung Navalny

Global
Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Dua Pemimpin Suku Asli Amazon Tuntut Presiden Brasil Jair Bolsonaro

Global
Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Wuhan Sudah Kembali Normal Saat Dunia Masih Berjuang Melawan Pandemi

Global
7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

7 Pulau-pulau Horor di Dunia dari Penjara Tua sampai Situs Uji Senjata Biologis

Global
Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Biden Gonta-ganti Pena Setiap Tanda Tangani Dokumen, Ternyata Ini Alasannya

Global
Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Ribuan Pendukung Navalny Demo di Moskwa, Olok-olok Putin dan Bentrok dengan Polisi

Global
Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Cegah Penularan Covid-19, Dokter di Perancis: Jangan Bicara di Transportasi Umum

Global
Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Bagaimana Nasib “Tembok Trump” di Era Biden?

Global
[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet 'Gerebek' Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

[VIDEO] Lebih dari 100 Ekor Monyet "Gerebek" Sebuah Ladang Desa di Thailand karena Kelaparan

Global
Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Garda Nasional Telantar Tidur di Parkiran Gedung Capitol, Joe Biden Minta Maaf

Global
Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Lemari Pendingin Tercabut Petugas, Hampir 2.000 Dosis Vaksin Hancur

Global
Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Hong Kong Lockdown Terketat untuk Lawan Gelombang Keempat Covid-19

Global
Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Suami Siram Istri dengan Air Mendidih gara-gara Dibangunkan untuk Sarapan

Global
Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Minum Anggur Merah dan Telanjang di Bak Mandi, Influencer di Arab Saudi Dikecam Netizen

Global
komentar
Close Ads X