Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rusia Ungkap Tujuan Putin Perintahkan Latihan Senjata Nuklir dalam Waktu Dekat

Kompas.com - 06/05/2024, 17:15 WIB
Irawan Sapto Adhi

Penulis

Sumber AFP

MOSKWA, KOMPAS.com - Kremlin pada Senin (6/5/2024) mengungkap tujuan Presiden Vladimir Putin memerintahkan pasukan Rusia untuk mengadakan latihan senjata nuklir di dekat Ukraina.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut latihan nuklir Rusia yang akan datang dimaksudkan sebagai tanggapan atas komentar dari beberapa pejabat Barat, termasuk oleh Presiden Perancis Emmanuel Macron tentang adanya opsi pengiriman pasukan NATO ke Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya telah mengumumkan bahwa latihan yang diperintahkan oleh Presiden Putin itu akan diadakan dalam waktu dekat untuk menghadapi "ancaman" dari Barat.

Baca juga: Putin Perintahkan Pasukan Rusia Latihan Senjata Nuklir di Dekat Ukraina

"Sudah jelas kami berbicara tentang pernyataan dari Macron dan pernyataan dari perwakilan Inggris," kata Peskov ketika ditanya oleh para wartawan tentang apa yang mendorong diadakannya latihan nuklir tersebut.

Ia menentang wacana pengiriman pasukan ke Ukraina oleh Barat.

"Mereka berbicara tentang kesiapan dan bahkan niat untuk mengirim kontingen bersenjata ke Ukraina, yang pada kenyataannya, untuk menempatkan tentara NATO di depan militer Rusia. Ini adalah babak baru dari ketegangan yang meningkat. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dan membutuhkan tindakan khusus," ungkap Peskov, sebagaimana dikutip dari Kantor berita AFP.

Dalam sebuah wawancara pekan lalu, PM Perancis Macron mengatakan, pertanyaan tentang pengiriman pasukan ke Ukraina akan "secara sah" muncul jika Rusia menerobos garis depan Ukraina, dan Kyiv membuat permintaan seperti itu.

"Saya tidak mengesampingkan apa pun karena kita menghadapi seseorang yang tidak mengesampingkan apa pun," kata Macron, mengacu pada Putin. 

Macron telah membuat komentar serupa pada bulan Februari lalu.

Baca juga: Intel AS Sebut Putin Tidak Perintahkan Pembunuhan Navalny

Sementara, Menteri Luar Negeri Inggris David Cameron mengatakan dalam sebuah wawancara minggu lalu bahwa Ukraina memiliki "hak" untuk menyerang target-target di dalam wilayah Rusia. 

Pasukan Ukraina selama ini bergantung pada bantuan militer Barat untuk memerangi Rusia, namun NATO mengatakan bahwa mereka tidak akan mengirim pasukan ke Ukraina. 

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com